
Gedung Surya Dumai di Pekanbaru
BUKITBATU-Enam Kepala Desa di Kecamatan Bukit Batu mengancam akan memblokir jalan keluar
PT SDA yang berlokasi di Kampung Baru Kelurahan Sungai Pakning. Apalagi jalan
itu sebagai satu-satunya akses keluar perusahaan dalam mendistribusikan hasil
panen kebun sawitnya.
Seperti yang disampaikan Kepala Desa Sejangat, Rahmat Iwandi, dia mengecam
keras sikap managemen PT SDA yang sampai hari ini tidak melaksanakan komitmen
bersama dalam hal pembagian hasil plasma kebun kelapa sawit untuk masyarakat.
"Mereka sudah panen sejak tahun 2014, tapi hingga akhir 2015 ini bagian
untuk masyarakat yang dalam MoU nya 25 persen dari keseluruhan perkebunan tak
kunjung diberikan, oleh karena itu kami bersepakat dalam waktu dekat akan
memblokir jalan keluar PT SDA jika tidak ada solusi," pungkas Rahmat
Iwandi.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Sungai Selari Hendri, menurutnya PT SDA
sudah menunjukkan arogansinya selama bertahun-tahun di hadapan masyarakat, akan
tetapi hak masyarakat tidak mereka penuhi.
"Benar akan kita blokir jalan keluar PT SDA jika dalam sepekan ke depan
mereka tidak memberikan solusi bagi masyarakat, managemen perusahaan itu tidak
bergeming dan tak peduli dengan masyarakat, padahal setiap hari truk-truk
pembawa hasil panen sawitnya melewati jalan raya dan dilihat oleh masyarakat
kita," tandasnya.
Kades Sungai Selari juga mendukung desakan Ketua Koperasi BBDM agar Martias
Sang owner PT SDA untuk turun tangan
menyelesaikan persoalan ini.
"Kita juga memintak pak Martias selaku putra kelahiran Desa Sungai Selari
ini, untuk peduli dengan masyarakat tempat daerah kelahirannya, selain itu kita
juga meminta pak Martias mengevaluasi segera managemen yang tidak
menunjukkan kepedulian apapun terhadap masyarakat," imbuh Hendri.
Sementara itu salah seorang Manajer PT. SDA, Hartono dikonfirmasi via
selulernya belum bersedia menjawab.***