Bupati Beri Batas Waktu MTQ Kecamatan 25 Februari

Rabu, 13 Februari 2013

Bupati Rohul bersama usai Pembukaan MTQ Kecamatan Rambah Samo. (humas)

ADVERTOTIAL

PASIRPENGARAIAN-Bupati Rokan Hulu (Rohul) Drs.H.Achmad, M.Si memberi batas waktu MTQ tingkat Kecamatan paling lambat pada tanggal 25 Februari 2013 harus sudah terlaksana. Hal tersebut mengingat akan dilaksnakannya MTQ tingkat kabupaten pada tanggal 26 Februari.

Demikian disampaikannya usai membuka MTQ Tingkat Kecamatan rambah Samo minggu (10/2), di Desa marga Mulya.

Dikatakannya, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan bahwa pada tanggal (25/2) pelaksanaan MTQ untuk Tingkat kabupaten Rokan Hulu di Kecamatan Bangun Purba akan dibuka secara resmi,dengan melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan.

Sesuai dengan hal tersebut seluruh Qori-Qori’ah utusan dari masing-masing Kecamatan harus sudah dilaporkan kepada Panitia MTQ tingkat Kabupaten, agar para peserta dari 16 Kecamatan tersebut bisa terdata jumlah keseluruhannya.

Untuk itu mengingat waktu hanya tinggal lebih kurang dua minggu lagi diharapkan kepada seluruh Kecamatan agar pada tanggal 25 Februari tersebut tidak ada lagi yang masih melaksanakan kegiatan MTQ tingkat kecamatan.

Kita targetkan masing-masing Kecamatan sudah siap menjaring bibit-bibit qori-qori’ah terbaik, hingga 25 Februari  sudah selesai, dan untuk yang pertama saya membuka MTQ secara Resmi adalah Kecamatan Rambah Samo ini,’’ kata Bupati.

Pada kesempatan itu Bupati  juga memberikan apresiasi kepada Kecamatan Rambah Samo, karena telah menunjukkan kinerjanya yang baik menjadi penyelenggara pertama kegiatan MTQ tahun 2013 untuk tingkat kecamatan,’’ atas nama pemerintah Kabupaten Rohul, saya ucapkan terima, khusus pada panitia, sudah berpartisiapsi dan ikut secara langsung mensukseskan kegiatan ini,” tuturnya.

Seiring dengan itu, Bupati juga menyampaikan, sudah membuat program sejak Tanggal 17 Ramdahan 2012 lalu, yakni pencanangan gerakan menghafal Al-Quran, tindak lanjut dari program menghafal Alqur’an, khusus bagi para kades, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan lainnya, hendaknya program ini memberikam motifasi dan dorongan untuk meningkatkan kegiatan itu.

“Awalnya memang Maghrib mengaji, kemudian menghafal Al-Qur’an, setelah hafal baru bisa memahami dan memaknai isi kandungan Al-Qur’an itu, sebab ajarannya termasuk sisi bagian dari kehidupan dan tak terpisahkan pola hidup umat manusia,”ujar Bupati. (ADV/Humas)