
Suasana meriah perayaan Imlek. (ist)
BENGKALIS-Hasil Pantauan di sepanjang Jalan Tengku Umar, Bengkalis, Riau, Rabu (13/2), memasuki hari ketiga perayaan Imlek, sebagian toko masih tutup, terutama toko yang menjual bukan barang harian. Sementara toko-toko sembako, tampak buka seperti hari-hari biasa.
Masih tutupnya sejumlah toko dikarenakan mereka masih merayakan Imlek dengan saling bersilaturahmi ke rumah kerabat terkdekat. Tak jauh beda ketika umat Islam merayakan Idul Fitri, warga etnis Tionghoa secara berombongan juga saling kerabat kerabat mereka.
Dituturkan Abeng, warga Tionghoa yang tinggal di daerah Damon, sudah menjadi tradisi setiap Imlek mereka saling kunjung ke rumah kerabat terdekat. Ada yang pergi berombongan, satu keluarga dan adapula sesama anak remaja.
“Biasanya kalau anak-anak sampai remaja ketika berkunjung ke rumah-rumah saudara atau keluarga terdekat akan mendadapat angpao (amplop berwarna merah berisikan sejumlah uang, red). Tapi sebenarnya bukan angpao yang menjadi tujuan utama, namun bagaimana saling kunjung dan mempererat silaturrahmi sesama kita,” ujar Abeng.
Selain saling berkunjung, tambah Abeng, keluarga yang merantau ke luar Bengkalis biasanya pulang untuk merayakan Imlek bersama keluarga. “Saya rasa tidak jauh beda dengan kawan kita Muslim. Saat hari raya Idul Fitri, semua pulang ke kampung halaman untuk merayakan bersama orang tua atau keluarga terdekat,” ungkap pria yang penuh uban di kepalanya ini.
Puncak perayaan Imlek di Bengkalis biasanya akan digelar perayaan Cap Gomeh yang dipusatkan di pasar ikan lama atau di depan Kelenteng Hok Ann Kiong. Pada malam perayaan Cap Gomeh ini biasanya panitia peryaan Imlek bersama akan mengundang artis-artis top Mandarin, seperti tahun-tahun yang telah sudah dari Taiwan. (bku)