BKP Sosialisasikan Gerakan Pangan 3BA

Rabu, 13 Februari 2013

Tanaman sayur di halaman rumah. (ist)

BENGKALIS-Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertaninan secara kontinu akan terus mensosialisasikan Gerakan Pangan Bergizi, Berimbang dan Aman kepada masyarakat. Ditambah makanan yang halal khusus bagi yang beragama Islam.

Hal tersebut dikatakan Kepala BKP-PP H Herman Mahmud kepada sejumlah wartawan, pekan lalu. “Sesuai dengan arahan Pak Bupati, selain 3BA tersebut, beliau juga mengharapkan agar makanan yang dikonsumsi halal, ini khusus bagi yang beragam Islam. Kita berupaya mensosialisasikan itu ke seluruh masyarakat,”.

Kegiatan sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman dalam mengkonsumsi  makanan secara Beragam, Bergizi, dan Berimbang serta Aman, dalam mengolah makanan setiap hari bagi keluarga. Disamping itu menghimbau kepada masyarakat bahwa mengkonsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang tidak hanya dengan menggunakan makanan pokok berupa nasi atau beras sebagai sumber karbohidrat  utama tapi dapat menggunakan pangan serelia atau umbi-umbian lainnya. 

Akan lebih baik lagi, sambung Herman, Gerakan 3BA diikuti dengan pemanfaatan pekarangan rumah. Pekarangan yang ada menurut mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) ini, bisa diolah untuk ditanam sayur mayur dan produk pertanian untk kebutuhan sehari-hari. Tidak hanya itu, bisa saja pekarangan dimanfaatkan untuk perikanan, peternakan bahkan perkebunan.

“Ada kesan di tengah-tengah masyarakat, bahwa gerakan 3BA ini berarti akan mengeluarkan banyak biaya. Padahal kalau mereka bisa memanfaatkan pekarangan rumah, maka berbagai keperluan sehari-hari bisa terpenuhi. Bahkan, lebihnya bisa dijual untuk menambah duit belanja,” kata Herman.

Tidak hanya itu, dengan mengomsumsi produk-produk hasil olahan sendiri akan menjamin keamanan dari produk yang dikonsumsi. “Kalau kita sendiri yang  mengolah sayur-sayuran maupun produk pertanian lainnya, tentu kita tahu tingkat hygienesnya. Berbeda kalau beli, bisa saja produk yang kita beli itu terkontaminasi zat-zat yang berbahaya,” ujarnya. (bku)