
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Tuntutan warga Desa Titi
Akar kepada PT Sumatera Riang Lestari (SRL) sejauh ini masih belum dipenuhi.
Jangankan mau dipenuhi, ditanggapi saja tidak. Seperti disampaikan Kepala Desa
Titi Akar, Sukarto, Sabtu (18/4), ada 13 tuntutan warganya dicuekin pihak
perusahaan hutan tanaman industri itu.
Mengetahui belum adanya itikad baik dari PT SRL memenuhi tuntutan warga yang
diterima Humas PT SRL Rupat, Totok itu, membuat semangat warga untuk menuntut
perusahaan. Dijelaskan Sukarto, tuntutan yang telah diterima Humas PT SRL,
Totok ditanda tangani sebanyak 700 warga.
Dalam hal ini warga meminta PT SRL agar transparan kepada masyarakat terkait
tanaman kehidupan, penyaluran dana CSR, rekrutmen tenaga lokal (warga Desa Titi
Akar) dan beberapa tuntutan lainnya.
Manajer Humas PT SRL, Abdul Hadi ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler
mengatakan, pemilik ponton difasilitasi Kapolsek, tapi kades tak bersedia menerima.
Pihak Kades meminta utusan perusahaan ponton berurusan kuasa hukum desa.
Sedangkan masalah tuntutan warga yang 13 poin, menurut Abdul Hadi tidak ada
tiga belas tuntutan. Berdasarkan surat yang masuk ke perusahaan hanya 3 poin,
seperti tanaman kehidupan yang sudah direalisasikan. "Tak sampai 13, hanya
3. Untuk tanaman kehidupan sudah direalisasikan," ujarnya. (Bku)