
Bupati H Herliyan Saleh secara simbolis menyerahkan bantuan 1.000 Al-Quran kepada Kepala Desa/Lurah saat pembukaan MTQ Kecamatan Pinggir 2015 di Desa Sungai Meranti, Sabtu (24/5) malam.
Bupati H Herliyan Saleh secara simbolis menyerahkan
bantuan 1.000 Al-Quran kepada Kepala Desa/Lurah saat pembukaan MTQ Kecamatan
Pinggir 2015 di Desa Sungai Meranti, Sabtu (24/5) malam.
PINGGIR,
Beritaklik.Com - Guna mewujudkan tatanan umat Islam yang
memiliki Imtaq di tengah kemajuan dan perkembangan Iptek yang pesat seperti
sekarang ini, berbagai program dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)
Bengkalis.
Program tersebut dilakukan melalui pendidikan formal, informal maupun non
formal. Salah satu program pendidikan non formal dimaksud adalah Program Magrib
Mengaji (PMM) yang dicanangkan sejak tahun 2011 lalu.
Untuk mendukung PMM, sempena pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat
Kecamatan Pinggir yang dipusatkan di Desa Sungai Meranti, Sabtu (25/4) malam,
Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh secara simbolis menyerahkan bantuan 1.000
Kitab Suci Al-Quran untuk seluruh desa/kelurahan se-Kecamatan Pinggir.
Herliyan menjelaskan, sebagaimana MTQ yang setiap tahunnya kita laksanakan
mulai dari tingkat desa/kelurahan, PMM ini juga bertujuan untuk semakin mendekatkan jiwa umat
Islam kepada kitab suci Al Quran.
"Untuk meningkatkan semangat membaca, mempelajari, memahami isi kandungannya.
Intinya, yaitu agar kadar Imtaq umat Islam terpelihara dan semakin
berkualitas," jelas Bupati, usai menyerahkan bantuan tersebut kepada Kepala
Desa/Lurah se-Kecamatan Pinggir.
Selain itu, imbuhnya, PMM ini juga bentuk keseriusan Pemkab Bengkalis dalam
menyiapkan generasi muda Islam yang tidak hanya pintar secara akademis dan
intelektual, tetapi mereka memiliki kecerdasan emosional dan kecerdasal
spiritual.
"Sehingga tercipta generasi penerus yang tidak hanya pintar, tetapi jujur dan
berakhlaq mulia. terhindar dari dampak negatif kemajuan Iptek. Terhindar dari
berbagai bentuk penyakit masyarakat, baik itu narkoba, minuman keras,
pornografi dan pornoaksi maupun kenakalan remaja lainnya," sambung Herliyan.
Kemudian, sambung Herliyan, PMM ini bertujuan agar anak-anak dan remaja Islam
akan mendapat perhatian penuh dari orang tua atau keluarganya melalui mengaji
bersama di rumah. Karena, katanya, dalam ajaran Islam, keluarga merupakan
subsistem penting bagi pembentukan sistem masyarakat yang lebih luas.
"Penanaman nilai-nilai agama Islam akan lebih efektif jika dilakukan oleh
lembaga keluarga. Sebab keterikatan emosional dalam keluarga menjadikan
sosialisasi dapat berjalan lebih cepat dan mengakar," jelas Herliyan. (Bku)