
DURI, Beritaklik.Com - Pemerintah
Kabupaten Bengkalis mengirimkan 154 pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK)
dari seluruh kecamatan, untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan kompetensi di sejumlah
pusat lembaga pendidikan.
Pengiriman 154 pelajar SMK ini dilepas langsung Bupati Bengkalis, Herliyan
Saleh pada puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat
Kabuapten Bengkalis yang dipusatkan lapangan Sepakbola Pokok Jengkok, Kota
Duri, Kecamatan Mandau, Senin (2/5).
Dikatakan Herliyan, tujuan pengiriman pelajar SMK di sejumlah lembaga
pendidikan dan pengembangan yang ada sejumlah kota besar di Indonesia, sebagai
upaya untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Terlebih,
keberadaan pelajar SMK ini ditempa agar menjadi tenaga kerja yang terampil dan
mempunyai keahlian (skill) khusus.
Apalagi, kata Herliyan, mulai tahun 2015 ini, negara-negara Asean akan
menghadapi kebijakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), yang ditandai dengan
bebasnya arus barang dan jasa, serta arus tenaga kerja. Untuk menghadapi
persaingan global tersebut, maka harus dipersiapkan SDM yang berkualitas.
"Makanya, untuk mempersiapkan SDM yang handal, salah satu program prioritas
kita dalam pembangunan sektor pendidikan, adalah membangun SMK di seluruh
kecamatan. Diharapkan, semakin banyak lulusan SMK di Kabupaten Bengkalis, maka
akan semakin banyak SDM yang berkualitas," ungkap Herliyan.
Para pelajar yang akan dikirim ke luar daerah ini, merupakan siswa kelas dua di
kelasnya, sebelumnya telah mengikuti seleksi ketat di sekolah masing-masing.
Untuk Diklat pelayaran dikirim sebanyak 52 pelajar SMKN 1 Bukit Batu ke Balai
Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Dirjen Perhubungan Laut di Tangerang,
Provinsi Banten. Selama di lembaga BP2IP Tangerang, para pelajar akan ditempa
menjadi pelaut ulung di perairan nusantara dan dunia.
Sebanyak 20 pelajar yang berasal dari dari SMKN Rupat, Rupat Utara, Siak Kecil,
Pinggir dan SMKN Bantan, mengikuti Diklat Pertanian di Pusat Pengembangan
dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Pertanian Cianjur,
Provinsi Jawa Barat. Keberadaan P4TK ini merupakan lembaga dibawah Kementerian
Pendidikan yang melatih para siswa SMK Pertanian di Indonesia.
Untuk Diklat komputer dan jaringan, Pemkab Bengkalis mengirim 20 pelajar
dari seluruh SMK di daerah ini, untuk menimba ilmu di CESCO Jakarta. Cesco
merupakan lembaga yang mengeluarkan sertifikat komputer dan jaringan Indonesia.
Diklat Pariwisata dan perhotelan, dikirim sebanyak 20 siswa SMKN 2 Rupat Utara
ke Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata Yogyakarta.
Diklat Pengelasan bekerja sama
dengan PT Duta Utama Jaya Batam, sebagai lembaga yang mengeluarkan sertifikasi
yang diakui oleh Inggris. Jumlah pelajar yang akan dikirim sebanyak 20 pelajar
dari SMKN 3 Bengkalis, SMKN 1 Bukit Batu, SMKN 1 Mandau dan SMKN 3 Mandau serta
SMKN Negeri Pinggir.
Ke Cepu Sementara SMKN 3 Perminyakan Mandau, tahun ini
mengirimkan 22 siswa ke Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi
Cepu. Para pelajar ini akan digembleng di lembaga pendidikan di bawah
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Pengiriman para pelajar ini bertujuan untuk meningkatkan ilmu
pengetahuan tentang dunia perminyakan, sehingga kelak setelah lulus dari SMKN
Perminyakan Mandau, mereka menjadi tenaga yang terampil dan profesional. Untuk
itu, Herliyan berpesan kepada para pelajar untuk serius selama mengikuti Diklat
di Cepu.
"Ini merupakan kesempatan emas bagi anak-anak ku, untuk itu manfaatkan
kesempatan yagn ada untuk belajar," ungkap Bupati. Lebih lanjut Herliyan mengungkapkan,
keberadaan SMKN Perminyakan Mandau ini, merupakan salah satu untuk menjawab
tantangan dan tuntutan dunia kerja di daerah ini.
Mengingat kecamatan Mandau
merupakan salah satu kawasan penghasilan minyak dan gas terbesar di Indonesia,
sehingga membutuhkan tenaga kerja yang terampil di bidang Migas. Untuk memenuhi
kebutuhan tenaga kerja bidang perminyakan, terutama dari tenaga lokal, Pemkab
Bengkalis mendirikan SMKN Perminyakan.
"Sudah menjadi cita-cita kami, SMK perminyakan Mandau ini akan menghasilkan
tenaga kerja yang terampil dan memiliki skill di bidang perminyakan. Karena
selama ini, kita sadari, jumlah tenaga kerja lokal yang memiliki skill, di
perusahaan minyak di daerah ini, bisa dikatakan minim sekali," tutup
Bupati. (Bku)