
Pimpinan sidang H Indra Gunawan Eet, MH (kanan) menyerahkan laporan hasil reses tahap II DPRD Kabupaten Bengkalis kepada Sekretaris Daerah, Drs. H. Burhanuddin, MH.
Pimpinan sidang H Indra Gunawan Eet, MH
(kanan) menyerahkan laporan hasil reses tahap II DPRD Kabupaten Bengkalis
kepada Sekretaris Daerah, Drs. H. Burhanuddin, MH.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - DPRD Kabupaten Bengkalis menggelar
rapat paripurna laporan hasil reses tahap II tanggal 15-20 April 2015 yang dipimpin
Wakil Ketua DPRD, H Indra Gunawan Eet, MH, Senin (4/5/2015) malam. Paripurna
dihadiri oleh Sekretaris Darah, Drs. H. Burhanuddin, MH mewakili Bupati
Bengkalis.
Paripurna diawali dengan pandangan umum fraksi-fraksi terhadap hasil reses
masing-masing anggota dewan ke daerah pemilihan masing-masing. Kemudian
dilanjutkan dengan penyerahan hasil reses dari fraksi kepada pimpinan sidang,
selanjutnya dari pimpinan sidang diserahkan ke Pemkab Bengkalis yang diterima
Sekda H Burhanuddin.
Dari pandangan umum yang disampaikan 7 fraksi yang ada di DPRD Bengkalis,
persoalan pelayanan, infrastruktur dan pendidikan masih menjadi dikeluhkan
masyarakat ketika tatap muka dan pertemuan (reses) anggota DPRD dengan
masyarakat.
Fraksi berharap, berbagai persoalan yang dikeluhkan masyarakat yang perlu
ditindaklanjuti dan dipadukan dengan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di lingkungan Pemkab Bengkalis sehingga dalam
formasi APBD dapat dilihat secara pasti alokasi anggarannya.
Fraksi Partai Amanat Nasional misalnya, mereka menyampaikan bahwa penyuluh
lapangan belum terlihat peran aktifnya di masyarakat Kecamatan Siak Kecil,
pelayanan perangkat desa perlu ditingkatkan karena sering jarang di kantor,
terlalu banyak pungutan-pungutan dan perlunya peningkatan layanan pembuatan
KTP, KK dan Akte Kelahiran.
Di bidang pembangunan insfrastruktur , masyarakat juga masih mengharapkan
perhatian serius pemerintah untuk membenahinya. Seperti jalan poros kecamatan,
drainase, pemeliharaan pantai dari ancaman abrasi, pembangunan gedung sekolah,
jaringan listrik dan rumah ibadah.
"Petani kelapa di Kecamatan Bantan juga mengeluhkan sudah lama tidak
mendapatkan bantuan pupuk bersubdi. Kemudian di Kecamatan Siak Kecil masyarakat
mengeluhkan layanan BPJS yang belum prima, peningkatan kesejahteraan guru
swasta dan pengadaan alat fogging untuk mencegah DBD minimal 2 buah per
kecamatan," ujar juru bicara Fraksi PAN, Rianto, SH.
Fraksi Golongan Karya (Golkar) melalui juru bicaranya, H Thamrin Mali, SH
menyampaikan keluhan masyarakat terkait anjloknya harga karet dan sawit saat
ini diiringi naiknya harga sembako sangat drastis sehingga membuat petani
kesulitan. Mereka berharap kepada pemerintah membuat suatu kebijakan untuk
mengatasi masalah yang sudah hampir 2 tahun dialami masyarakat.
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera dalam pandangan umum yang dibacakan Susianto
SR menyoroti sektor pendidikan, dimana masyarakat berharap dalam penyelesaian
administrasi siswa yang tamat sekolah baik tingkat SMA, SMP maupun SD agar tidak
terjadi pungutan-pungutan. Demikian juga saat penerimaan siswa baru Dinas
Pendidikan diminta membuat sistem yang transparan sehingga masyarakat bisa
memantau proses penerimaan siswa baru.
Fraksi PDIP Restrorasi menyoroti persoalan pembangunan infrastruktur yang belum
merata dinikmati oleh masyarakat. Kemudian masyarakat juga mengeluhkan
pelayanan pembuatan KTP dan Akte Kelahiran yang memakan waktu cukup lama. Di
bidang pendidikan, fraksi ini menyoroti masih banyaknya sekolah-sekolah yang
tidak memadai untuk melaksanakan proses belajar mengajar sehingga perlu
mendapat perhatian serius Pemerintah Daerah.
"Masyarakat juga mengusulkan peningkatan pembangunan rumah ibadah,
memperhatikan honor guru di sekolah karena masih banyak yang berpenghasilan
rendah. Fasilitas kesehatan yang belum merata," ujar juru bicara Fraksi PDIP Restorasi,
Pipit Lestari, S.Pd
Fraksi Gerakan Indonesia Raya melalui juru bicaranya, Eddy Budianto
menyampaikan perlunya ditingkatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat,
terutama di daerah pedesaan dimana perangkat desa sering tidak ada di kantor. Demikian
juga pelayanan pembuatan KTP, KK dan Akta Kelahiran supaya lebih ditingkatkan
lagi, terutama sekali persoalan waktu yang cukup lama.
Fraksi Demokrat melalui juru bicaranya, Rismayeni, S.Pd, mereka menyoroti
persoalan abrasi yang kian mengkhawatirkan di Pulau Rupat dan Pulau Bengkalis
sehingga mendesak untuk segera dibangun pengaman pantai. Kemudian di sektor
perikanan, fraksi ini meminta agar adanya peningkatan kualitas perlengkapan
nelayan, seperti perahu, alat tangkap dan lainnya.
Fraksi Gabungan Persatuan Nurani Bangsa menyoroti belum optimalnya serapan
hasil musrenbang tingkat desa di tingkat musrenbang kecamatan dan kabupaten. Kemudian
di bidang pendidikan, perlunya pembangunan sarana dan prasarna seperti gedung
sekolah, fasilitas laboratorium, fasilitas ruang belajar dan kesejahteraan
tenaga pengajar baik umum maupun madrasah.
Melalui juru bicaranya, Leonardus Marbun, fraksi ini juga menyampaikan keluhan
masyarakat terhadap pelayanan kesehatan baik di puskesmas maupun rumah sakit,
termasuk ketersedian obat-obatan di rumah sakit dan minimnya tenaga kesehatan
dan alat kesehatan. (Bku)