
BENGKALIS,
Beritaklik.Com - Seorang imam dan khatib serta mubaligh harus mampu menciptakan dan
menghidupkan kembali daya magnet masjid dan musholla dengan program-program dan
kegiatan yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
"Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya mengajak seluruh para peserta
untuk selalu mengaktifkan dan memakmurkan masjid, dengan mengajak umat islam
untuk untuk menghidupkan kembali peran dan fungsi masjid seperti sedia
kala", ajak Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh yang diwakili Sekretaris
Daerah (Sekda) Kabupaten Bengkalis, H Burhanuddin saat membuka Pelatihan bagi
Imam dan Khattib se Kabupaten Bengkalis, Selasa (5/5/2015).
Lebih lanjut, Burhanuddin berharap melalui pelatihan ini para imam dan khatib
dapat bersinergi dalam menjaga aqidah masyarakat, dan dapat memberikan
informasi-informasi kepada masyarakat tentang berbagai kebijakan dan
program-program pemerintah daerah.
"Tidak hanya pesan moral dan keagamaan saja, sebagai tokoh agama, para
mubaligh juga diminta mampu menyampaikan dengan baik pesan pembangunan dan
program-program yang dilakukan pemerintah daerah. Pada gilirannya, ada kepuasan
dari masyarakat karena info yang diterima tersebut utuh adanya," pesan
Sekda.
Disamping itu, para imam dan khatib juga selalu berhadapan dengan masyarakat
dalam merespon berbagai persoalan yang berkaitan dengan pembinaan keagamaan
masyarakat. Munculnya berbagai persoalan pendangkalan akidah umat, akan
berdampak negatif terhadap pemahaman keagamaan dalam masyarakat yang bertentangan
dengan ajaran-ajaran islam.
"Untuk itu, peran serta imam dan khatib bersama seluruh elemen masyarakat
dan pemerintahan, sangat dibutuhkan dalam menangani terhadap berbagai isu dan
persolan kemerosotan moral dan akidah di tengah-tengah masyarakat, seperti
narkoba, kenakalan remaja, kemaksiatan, minuman keras, aliran sesat, dan
maraknya kasus bunuh diri," sambung Burhanuddin.
Mengingat pentingnya pelatihan ini, sebelum menutup sambutannya Sekda meminta
agar kedepannya pelatihan ini menambah jumlah peserta. Khusus tahun 2015
sebanyak 40 orang peserta dari delapan kecamatan se kabupaten Bengkalis.
Materi yang akan disampaikan seperti etika imam dan khattib, manajemen dakwah
Islam, serta teknik penyusunan konsep dan praktek khutbah. Narasumber yang
berkesempatan menjadi pemateri dari Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Riau,
Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Kabupaten Bengkalis.
Selain Sekda Burhanuddin juga tampak hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan
Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis, H Heri Indra Putra, Staf Ahli Bupati
Bengkalis Bidang Hukum dan Politik, Hj Umi Kalsum, Kepala Kantor Kementerian
Agama (Kakan Kemenag) Bengkalis, H Jumari, Ketua MUI Bengkalis, H A. Rahman. D,
Kepala Bagian Keuangan, Akmal dan Kepala Bagian Kesra, H. Eri Kusuma Pribadi. (Bku)