
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Riau, Sisilita Asyadjuliandi didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bengkalis, Romaini Herliyan meninjau hasil kerajinan tangan yang dipamerkan pada peringatan Harganas Tingkat Provinsi Riau yang dipusatkan di Bengka
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi
Riau, Sisilita Asyadjuliandi didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten
Bengkalis, Romaini Herliyan meninjau hasil kerajinan tangan yang dipamerkan
pada peringatan Harganas Tingkat Provinsi Riau yang dipusatkan di Bengkalis,
Senin (8/6).
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas)
ke-22 Tingkat Provinsi Riau yang dipusatkan di Kabupaten Bengkalis berlangsung
meriah, Senin (8/6). Sejumlah kegiatan untuk memeriahkan Harganas dilaksanakan
hingga hari puncak yang digelar di Lapangan Tugu, Bengkalis.
Prosesi puncak peringatan Harganas dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan, Arlisman Agus, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Riau Sisilita
Asyadjuliandi, Direktur Bina Lini Lapangan BKKBN Pusat Chamnah Wahyuni, Kepala
Perwakilan BKKBN Provinsi Riau Indrawarman dan utusan dari kabupaten/kota se-
Riau.
Dari Bengkalis dihadiri Sekretaris Daerah Burhanudin, Ketua TP PKK Bengkalis
Romaini Herliyan, sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Bengkalis dan sejumlah
pengurus organisasi perempuan.
Rangkaian acara dilaksanakan selama proses peringatan Harganas ke-22 tingkat
Provinsi Riau antara lain jalan santai yang digelar Minggu (7/6). Kemudian saat
acara puncak digelar senam sehat lansia persembahan kelompok lansia dari
kecamatan se-Kabupaten Bengkalis, pantomin pelajar dan persembahan kabaret dari
kelompok PIK SMAN 1 Bengkalis.
Di tempat yang sama, juga digelar bazaar hasil kerajinan PKK kabupaten, seperti
dari Kabupaten Kuansing, Indragiri Hilir, Siak Sri Indrapura, Meranti,
Pelalawan, Dumai, Rohil, Bazar PKK Provinsi Riau, tak ketinggalan stand bazar
dari PKK Kabupaten Bengkalis dengan melibatkan TP PKK Kecamatan.
Sekda Bengkalis, Burhanudin saat membaca sambutan Bupati Bengkalis Herliyan
Saleh mengatakan, penunjukan Kabupaten Bengkalis sebagai tuan rumah Harganas
ke-22 tingkat Provinsi Riau, merupakan sebuah penghargaan. Di samping itu, menjadi motivasi dan tantangan bagi seluruh elemen masyarakat untuk
meningkatkan kesadaran dan semangat dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas,
sejahtera dan mandiri.
Dikatakan
Burhanudin, untuk mewujudkan keluarga berkualitas, sejahtera
dan mandiri, Pemkab Bengkalis telah melakukan berbagai program, seperti program pembangunan
bidang kesehatan, pendidikan, penguatan ekonomi keluarga dan program penguatan
kelembagaan. Terwujudnya keluarga yang berketahanan akan menjadi wahana efektif untuk
membentuk generasi yang berkualitas karena dalam lingkungan keluarga yang
memiliki ketahanan tinggi.
Khusus untuk pembangunan sektor kesehatan, Kabupaten Bengkalis sejak empat
tahun terakhir ini, telah melaksanakan program Jamkesmasda berupa program yang
membebaskan biaya perawatan dan pengobatan bagi seluruh masyarakat Kabupaten
Bengkalis. Kemudian program bantuan hibah ambulans desa dan peningkatan
fasilitas pusat kesehatan dari tingkat desa hingga kabupaten.
Terkait upaya membangun keluarga kecil yang berkarakter dan berketahanan,
seperti tema pada peringatan harganas ke-22 ini, tentu tidak lepas dengan
program keluarga berencana (KB). Berdasarkan hasil survey
demografi dan kesehatan indonesia (sdki) 201,4 angka pasangan usia subur (pus)
untuk kabupaten bengkalis mencapai 59.195 pasangan, diantaranya sebanyaknya
52.762 pasangan merupakan peserta kb aktif atau sekitar 121,90 persen.
Kemudian untuk
membentuk keluarga yang berkarakter dan berkepribadian, selai memperhatikan
sektor kesehatan, juga harus diperkuat dengan generasi yang berkualitas. Untuk
mewujudkan generasi yang berkualitas, Kabupaten Bengkalis tetap komitmen
menerapkan program pendidikan gratis dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah
menengah atas.
Sementara itu, Direktur Bina Lini Lapangan BKKBN Pusat Chamnah Wahyuni
mengatakan, jumlah penduduk di Indonesia setiap tahunnya terus bertambah
sekitar 4,5 juta jiwa atau setara dengan lahirnya negara Singapura yang baru. Di
suatu sisi, penduduk yang besar dan berkualitas akan menjadi modal untuk
pembangunan negara. Di sisi lain bisa menjadi beban jika belum didukung dengan
kualitas yang baik, seperti yang dihadapi hari ini. (Bku)