
Sayang, jembatan yang baru selesai
beberapa bulan mulai bermasalah. Oprit (tanjakan sebelum naik ke jembatan,red)
sisi barat atau arah kota Bengkalis, mengalami penurunan, sehingga membahayakn
pengguna jembatan, terlebih mereka yang mengendarai roda empat atau mobil
angkuran barang.
Seperti dituturkan Mazlina, warga
Senggoro Bengkalis, Minggu (21/6). Beberapa hari lalu dirinya pulang ke kampung
suaminya ke desa Kembung Luar. Saat melintas di jembatan tersebut perasaan
takut dan was-was sempat muncul, kawatir kalau mobil yang ditumpanginya
nyangkut di tanjakan jembatan tersebut.
"Mobil kosong saja kita kawatir,
bagaimana kalau mobil penuh muatan barang, bisa-bisa mundur ke belakang atau
tersangkut di besi lantai jembatan," sebut Mazlina.
Sepertinya oprit jembatan Pematang Duku
tersebut memang belum selesai dibangun, mengingat oprit belum dicor masih dalam
bentuk tanah urug. Kanan kiri jalan-pun belum diturap. "Ya kendati belum
selesai 100 persen karena jembatan ini sudah digunakan oleh masyarakat umum, ya
kenyamanan dan keselamatan pengguna jembatan tetap harus diperhatikan," ujar
Mazlina lagi.
Ungkapan senada disampaikan Muji. Pria
yang sehari-hari membawa mobil barang ini juga mengaku kawatir jika melintasi
jembatan tersebut. Sebelum musibah menimpa, Muji berharap ada upaya perbaikan
yang bisa dilakukan pemerintah.
"Semakin hari akan semakin turun,
karena kendaraan akan tetap melintasi jembatan tersebut. Untuk itu, sebelum
musibah menimpa sebaiknya ditimus dululah," sarang Muji.
Senada dengan Muji, warga Bengkalis
lainnya, Badraini (41) juga berharap oprit yang turun tersebut segera ditimbun.
Terlebih aktifitas selama bulan puasa hingga lebaran nanti sangat ramai,
dikawatirkan jembatan tersebt memakan korban.
"Ya sebaiknya sebelum lebaran atau
secepatnya oprit yang sudah turun itu ditimbun dulu, kalau nunggu pemenang
tender dan tetek bengek lainnya mungkin agak lama, sementara aktifitas masyarakat
semakin meningkat," harap Badraini. (Bku)