Oprit Jembatan Pematang Duku Turun

Ahad, 28 Juni 2015

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Setelah selesai pembangunanya beberapa bulan lalu, jembatan Pematang Duku dengan panjang sekitar 60 meter resmi dimanfaatkan masyarakat. Jembaatan yang dibangun dengan dua tahun anggaran tersebut menggantikan jembatan lama, yang ada di sebelahnya, karena melengkung ke bawah, ukurannya juga kecil.


Sayang, jembatan yang baru selesai beberapa bulan mulai bermasalah. Oprit (tanjakan sebelum naik ke jembatan,red) sisi barat atau arah kota Bengkalis, mengalami penurunan, sehingga membahayakn pengguna jembatan, terlebih mereka yang mengendarai roda empat atau mobil angkuran barang.

Seperti dituturkan Mazlina, warga Senggoro Bengkalis, Minggu (21/6). Beberapa hari lalu dirinya pulang ke kampung suaminya ke desa Kembung Luar. Saat melintas di jembatan tersebut perasaan takut dan was-was sempat muncul, kawatir kalau mobil yang ditumpanginya nyangkut di tanjakan jembatan tersebut.

"Mobil kosong saja kita kawatir, bagaimana kalau mobil penuh muatan barang, bisa-bisa mundur ke belakang atau tersangkut di besi lantai jembatan," sebut Mazlina.

Sepertinya oprit jembatan Pematang Duku tersebut memang belum selesai dibangun, mengingat oprit belum dicor masih dalam bentuk tanah urug. Kanan kiri jalan-pun belum diturap. "Ya kendati belum selesai 100 persen karena jembatan ini sudah digunakan oleh masyarakat umum, ya kenyamanan dan keselamatan pengguna jembatan tetap harus diperhatikan," ujar Mazlina lagi.

Ungkapan senada disampaikan Muji. Pria yang sehari-hari membawa mobil barang ini juga mengaku kawatir jika melintasi jembatan tersebut. Sebelum musibah menimpa, Muji berharap ada upaya perbaikan yang bisa dilakukan pemerintah.

"Semakin hari akan semakin turun, karena kendaraan akan tetap melintasi jembatan tersebut. Untuk itu, sebelum musibah menimpa sebaiknya ditimus dululah," sarang Muji.

Senada dengan Muji, warga Bengkalis lainnya, Badraini (41) juga berharap oprit yang turun tersebut segera ditimbun. Terlebih aktifitas selama bulan puasa hingga lebaran nanti sangat ramai, dikawatirkan jembatan tersebt memakan korban.

"Ya sebaiknya sebelum lebaran atau secepatnya oprit yang sudah turun itu ditimbun dulu, kalau nunggu pemenang tender dan tetek bengek lainnya mungkin agak lama, sementara aktifitas masyarakat semakin meningkat," harap Badraini. (Bku)