
Calon Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh dan Riza Pahlefi menyerahkan berkas pendaftaran kepada Ketua KPU, Defitri Akbar, Senin (27/7/2015).
Calon Bupati dan Wakil Bupati
Bengkalis, Herliyan Saleh dan Riza Pahlefi menyerahkan berkas pendaftaran
kepada Ketua KPU, Defitri Akbar, Senin (27/7/2015).
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Dua pasangan
calon bupati dan wakil bupati Bengkalis resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan
Umum (KPU) Bengkalis, Senin (27/7/2015). Kedua pasangan tersebut adalah
Herliyan Saleh-Riza Pahlevi dan Amril Mukminin-Muhammad.
Pasangan Amril Mukminin-Muhammad mendaftar pertama ke KPU Bengkalis, Senin
siang. Keduanya didampingi isteri dan diantar partai pengusung serta
simpatisan. Sebelumnya mendaftar, pasangan ini menggelar deklarasi dengan lima
partai pendukung, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan
Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Keadilan dan Persatuan
Indonesia (PKPI), Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Persatuan Pembangunan
(PPP) di Hotel Marina.
Amril-Muhammad datang ke KPU mengenakan baju melayu warna putih dipadu dengan
tenun lejo warna kuning keemasan serta peci. Keduanya bersama isteri dan
simpatisan berjalan kaki dari lapangan sepakbola Jalan Pertanian diiringi
kompang, reok dan barongsai.
Pada sorenya, giliran pasangan Herliyan Saleh-Riza Pahlefi yang daftar ke KPU.
Diiringi hujan gerimis, keduanya datang ke KPU berjalan kaki menggunakan payung
dari Kantor DPD PAN Bengkalis didampingi isteri, partai pendukung dan para
simpatisan Herliyan-Riza mengenakan pakaian melayu warna putih dan tenun leju
juga warnai putih dipadu benang emas serta peci ini, didukung Partai Amanat
Nasional (PAN), Hanura dan Gerindra.
Pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati akan ditutup hari ini,
Selasa (28/7/2015). Menurut informasi, masih ada satu pasang calon lagi yang
akan mendaftar, yakni Indra Gunawan-Nurcholis Putra. Pasangan ini kabarnya akan
diusung Partai Golkar dan PDIP. "Insya Allah besok kami akan daftar. Saat ini
saya masih di Jakarta," ujar Indra Gunawan yang akrab disapa Eeet ini.
Sambutan Unik
Pantauan di KPU Bengkalis, ada yang unik dalam prosesi penyambutan pasangan
calon Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis maupun saat mendaftar. Mereka
menyulap Kantor KPU layaknya rumah yang sedang menggelar pesta perkawinan.
Ruang tengah KPU dihiasasi dengan hiasan bernuansa adat Melayu. Pasangan calon
yang daftar maupun partai pengusung semuanya duduk bersila di lantai.
Sebelum masuk Kantor KPU, di pintu pagar, grup kompang sudah menunggu pasangan
calon Bupati dan Wakil Bupati bersama partai pendukung sertai taburan beras
kunyit. Kemudian sesampai di pintu masuk, disambut dengan silat. "Seperti KUA
yang mau menikahkan pasangan pengantin. KUA-nya adalah KPU sementara
pengantinnya calon bupati dan wakil bupati yang mendaftar," ujar salah seorang
simpatisan Herliyan-Riza di sela-sela pendaftaran.
Kemudian sebelum prosesi acara pendataran dimulai, diawali dengan pembacaan
ayat suci Alquran. Kemudian susunan acara demi acara juga penuh dengan
bait-bait pantun. Demikian juga dalam sambutan yang disampaikan Ketua KPU
Bengkalis, Defitri Akbar. Setiap penjelasan menggunakan bait-bait pantuan yang
indah dan enak didengar.
Diverifikasi dan Penelitian
Ketua KPU Bengkalis, Defitri Akbar dalam sambutannya mengatakan, setelah
pendaftaran proses selanjutnya adalah berkas dukungan partai politik akan
diverifikasi dan diteliti apakah sudah memenuhi persyaratan sesuai dengan
Peraturan KPU No 9 dan 12 tahun 2015, dari tanggal 28 Juli sampai 3
Agustus mendatang. "Tahapan selanjutnya adalah penetapan pasangan calon
bupati dan wakil bupati pada tanggal 24 Agustus 2015 dan pencabutan nomor urut
pada tanggal 25 Agustus 2015," ujar Ketua KPU.
Sementara Komisioner Divisi Teknik dan Pencalonan KPU Bengkalis, Suib
menambahkan syarat dukungan gabungan partai politik yang sah apabila mengunakan
alokasi kursi di DPRD adalah minimal 9 kursi atau 20 persen dari jumlah 45
kursi yang ada di DPRD Bengkalis. "Apabila menggunakan akumulasi suara sah
Pemilu 2014, maka minimal harus memperoleh 25 persen dari suara sah sebanyak
261 ribu lebih atau sekitar 67.357 suara," ujar Syuib. (Bku)