Ziarah Makam Datuk Laksamana

Senin, 03 Agustus 2015

Sempena Hari Jadi Kabupaten Bengkalis ke 503, Bupati Herliyan Saleh, Ketua DPRD Heru Wahyudi dan Forkompinda ziarah ke makam Datuk Laksamana Raja Dilaut di Kecamatan Bukitbatu, Kamis (30/7/2015).

Sempena Hari Jadi Kabupaten Bengkalis ke 503, Bupati Herliyan Saleh, Ketua DPRD Heru Wahyudi dan Forkompinda ziarah ke makam Datuk Laksamana Raja Dilaut di Kecamatan Bukitbatu, Kamis (30/7/2015).

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Untuk mengenang jasa-jasa perjuangan dan perlawanan mengusir penjajah, maka sempena hari jadi Bengkalis ke-503, Bupati Bengkalis, H. Herliyan Saleh, bersama sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat melaksanakan ziarah makam ke makam Datuk Laksamana Raja Dilaut yang terletak di desa Sukajadi, kecamatan Bukit Batu, kabupaten Bengkalis.

Bupati bersama rombongan berangkat ke tempat persemayaman terakhir pejuang Bengkalis ini dengan menelusuri selat Bengkalis dan kemudian masuk ke sungai Bukit Batu. Perjalanan ini untuk menapaktilas rute perjalanan yang sering dilalui Datuk Laksamana Raja Dilaut semasa hidupnya.

Herliyan menyatakan, bagi masyarakat Bengkalis, sosok Datuk Laksamana Raja Dilaut, adalah salah-satu sosok tokoh yang menjadi panutan. Dan dengan jiwa kepemimpinannya, maka Datuk Laksamana Raja Dilaut bukan hanya dapat menyatukan berbagai lapisan masyarakat yang ada, tetapi juga mengajarkan kepada masyarakat, akan arti penting rasa kebersamaan, semangat persatuan dan persatuan dalam menjaga eksistensi dan mengisi keberadaan sebuah negeri dengan berbagai aktivitas pembangunan.

"Dengan rasa dan semangat itu pula, hingga saat ini kebesaran nama Datuk Laksamana Raja Dilaut tetap abadi, dan Insya Allah akan abadi selamanya," ujar Herliyan.

Disampaikan, pesan moral dan hikmah yang ingin terus tanamkan dan petik melalui ziarah makam sebagaimana yang dilakukanya, adalah untuk mengingatkan seluruh lapisan masyarakat akan arti penting dan makna jati diri sebagai seorang anak negeri bagi kejayaan negeri ini, terlebih-lebih di era globalisasi seperti saat sekarang ini.

Menurutnya, dengan memperingati hari jadi Bengkalis ke-503 dan melaksanakan kegiatan ziarah makam ke makam Datuk Laksamana Raja Dilaut yang dilaksanakan setiap tahunnya, maka diharapkan dapat memperkuat jati diri dan menyegarkan ingatan akan perjuangan pahlawan Bengkalis tersebut.

Dijelaskan pula bahwa sebagai bagian dari sejarah Bengkalis, sejarah yang dicatatkan Datuk Laksamana Raja Dilaut, juga merupakan tempat bertanya, apakah kita yang hari ini menjadi bagian negeri ini dan akan menjadi bagian sejarah Bengkalis atau tidak. Kemudian, apakah sudah berbuat maksimal untuk daerah dengan telah memberikan yang terbaik, atau tidak.

Ditambahkan, bahwa memahami sejarah memang sangat teramat penting, karena dengan sejarah, kita dapat melakukan pencarian dan menemukan sebuah kegemilangan yang hilang. Dan dengan itu pula kita dapat melakukan penebusan atas sesuatu identitas azali di masa depan.

"Hari ini, tanggungjawab untuk itu ada di pundak kita semua. Dan tanggungjawab itulah yang harus kita wariskan ke generasi seterusnya, sehingga jati diri kita dan negeri ini, kapanpun juga, tidak akan lapuk oleh hujan dan tidak akan lekang oleh panas," lanjutnya.

Herliyan pun mengakui bahwa sebagaimana yang ditauladankan Datuk Laksamana Raja Dilaut bahwa kebhinnekaan yang ada di negeri ini termasuk budaya dapat menjadi perekat dan kekuatan besar. Karena itu, tidak ada alasan bagi kita di hari ini, di hari esok, lusa dan seterusnya, untuk tidak menjadikannya sebagai hal yang sama yakni menjadi cermin untuk meningkatkan semangat dan patriotisme diri untuk berbuat lebih baik bagi kemajuan Bengkalis di masa depan. (Bkf)