
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Haroffie mengingatkan seluruh
pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, terutama
bendaharawan di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk berhati-hati.
Pesan serupa juga disampaikannya kepada seluruh masyarakat di kabupaten
berjuluk Negeri Junjungan ini.
Sikap hati-hati itu disampaikan Ahmad Syah, pasalnya tidak tertutup kemungkinan
pergantian Bupati Bengkalis dari H Herliyan Saleh kepada dirinya sebagai
Penjabat Bupati Bengkalis, dimanfaatkan oknum-oknum tertentu yang tidak
bertanggungjawab untuk memperoleh keuntungan pribadi.
Adapun modus yang mungkin saja dilakukan oleh oknum-oknum dimaksud, ujar Ahmad
Syah, seperti mencatut nama Penjabat Bupati Bengkalis atau mantan Bupati
Bengkalis Herliyan Saleh maupun Wakil Bupati Bengkalis H Suayatno, untuk
meminta ditransferkan sejumlah uang.
Dijelaskan Ahmad Syah, sejauh ini hal itu memang belum ada. Namun tidak
tertutup kemungkinan nanti bakal ada oknum-oknum yang demikian. Untuk itu,
seluruh pejabat terutama bendaharawan di setiap SKPD dan juga seluruh warganya
dimintanya agar waspada. Tidak mempercayainya.
"Jika ada orang yang menelepon minta dikirimkan atau ditransfer sejumlah uang
mengatasnamakan untuk Penjabat Bupati ataupun Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis
2010-2015, jangan dilayani. Itu sama sekali tidak benar. Orang tersebut jelas
ingin melakukan penipuan," pesan Ahmad Syah, sebagaimana dikutip dan
disampaikan Kepala Bagian Humas Johansyah Syafri kepada wartawan, Minggu
(9/8/2015).
Diingatkan orang nomor satu di kabupaten yang memiliki 8 kecamatan ini,
modus-modus penipuan yang demikian sering terjadi. Seperti dengan memanfaatkan
momen-momen kegiatan pergantian pejabat. Tidak terkecuali pergantian Bupati
Bengkalis ke Penjabat Bupati Bengkalis yang dilaksanakan di Pekanbaru pada Rabu
lalu (5/8/2015).
"Saya tegaskan baik Penjabat Bupati maupun Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis
2010-2015 tidak pernah menyuruh siapapun dan dengan alasan apapun untuk meminta
uang kepada siapapun. Kami sama sekali mentolerir kegiatan penipuan seperti
ini. Jika ada yang mendapat telepon seperti itu, catat nomor teleponnya dan segera
melapor ke pihak berwajib. Hal itu jelas upaya penipuan," tegas Ahmad Syah. (Bku)