
BENGKALIS-Anggaran pembangunan jaringan listrik pada tahun 2013 ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 150 persen. Hal ini wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis terhadap masyarakat, khususnya di bidang kelistrikan.
“Peningkatan ini seiring dengan masih banyaknya desa-desa di Kabupaten Bengkalis yang belum tersentuh listrik karena jaringannya belum ada. Ini hampir merata di seluruh kecamatan,” ujar Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Bengkalis, H Suheiry Zein, Rabu (20/2).
Dipaparkan Kadistamben, seperti di Pulau Bengkalis yang terdiri dari dua kecamatan (Bengkalis dan Bantan, masih ada beberapa desa yang belum tersentuh listrik, seperti Teluk Lancar, Sekodi, Kembung Luar dan Kelemantan. Di desa sebagian titik telah dibangun jaringan pada tahun lalu, tapi belum selesai. Diharapkan tahun ini akan dilanjutkan sehingga tidak ada lagi desa-desa yang belum tersentuh listrik.
“Seiring dengan telah dibangunnya jaringan listrik ini, kita berharap nantinya kepada PLN agar bisa memenuhi permintaan sambungan baru. Dengan demikian, jaringan yang telah kita bangun benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujarnya.
Pembangunan jaringan listrik tidak hanya dilakukan di Bengkalis saja, tapi juga di kecamatan lain seperti Rupat dan Rupat Utara, Mandau Pinggir, termasuk juga Bukit Batu dan Siak Kecil. Kendalanya memang seperti di Rupat adalah terbatasnya kemampuan dari PLN dalam mensuplay energi listrik. Pemkab menurut Suheiry, berharap pembangunan listrik interkoneksi melalui kabel bawah laut bisa terealisasi secepatnya. Dengan demikian, masyarakat di Rupat pun bisa menikmati listrik seperti halnya di kecamatan-kecamatan lain.
“Informasi yang kita terima tahun 2014 sudah terealisasi. Termauk kabel bawah laut yang dari Bukit Batu menuju Bengkalis. Kalau ini terealisasi maka persoalan listrik di Kabupaten Bengkalis akan segera teratasi,” tutupnya. (bku)