
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie
mengingatkan para orang tua di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini
untuk mewaspadai cara-cara baru peredaran narkoba yang dicampur dengan
makanan. Apalagi sasaran penjualan narkoba dengan modus demikian sasaran
utamanya adalah anak-anak.
Asisten Pemerintahan dan
Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Provinsi Riau ini mengatakan hal itu
ketika membuka kegiatan sosialisasi dan pembekalan Ketua Rukun
Tetangga/Rukun Warga (RT/RW) di Kecamatan Rupat dan Rupat Utara, Selasa
(8/9/2015).
Pembukaan sosialisasi dan pembekalan untuk Ketua RT/RW
yang diikuti 81 Ketua RT dan 38 Ketua RW se-Rupat Utara dilaksanakan di
Aula Gedung Medang Perkasa, Desa Tanjung Medang Selasa pagi. Sedangkan
untuk Rupat di aula kantor Camat Rupat di Kelurahan Batu Panjang Selasa
petang yang diikuti 238 Ketua RT dan 91 Ketua RW.
Salah satu bukti
bahwa adanya modus dicampurnya narkoba dengan makanan seperti yang
berhasil diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN) pada pertengahan April
2015 lalu. Dimana pelakunya mencampurkan ganja dengan kue brownies dan
coklat. Bahkan saat ini tidak tertutup kemungkinan melalui permen
(gula-gula), roti atau makanan lainnya.
"Menghadapi cara-cara
pengedar menyebarluaskan narkoba seperti yang berhasil diungkap BNN itu,
maka kita semua, termasuk para orang tua harus memberikan perhatian
ekstra, semakin peduli serta ambil bagian secara aktif mencegah
peredarannya. Sebab pengedar akan selalu berupaya menggunakan cara-cara
yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh kita," terangnya.
Tanpa
meningkatkan kewaspadaan, imbuh Ahmad Syah, tidak tertutup kemungkinan
anak-anak kita menjadi kecanduan atau ketagihan narkoba tanpa mereka
sadari dengan membiasakan mereka makan makanan tertentu yang sebelumnya
sudah dicampur narkoba. Akhirnya, karena terbiasa makan makanan tersebut
mereka menjadi ketagihan dan selanjutnya menjadi ketergantungan.
Untuk
mengatasi hal tersebut, sambungnya, tidak cukup hanya aparat keamanan
saja yang melakukan pengawasan. Guru-guru di sekolah dan para orang tua
juga harus berperan dan berpartisipasi aktif melakukan pemantauan. Jika
ada tanda-tanda yang mencurigakan, harus segera dilakukan penelitian
sebelum ana-anak kita menjadi ketagihan.
"Kita tidak boleh lalai,
karena pengedar narkoba terus berupaya memperluas jaringannya.
Karenanya, tidak heran bila sekarang di desa-desa atau kelurahan juga
sudah banyak narkoba beredar. Ini yang harus kita cegah dan perangi
bersama, karena semua yang dilakukan pengedar narkoba ini akan
menghancurkan generasi penerus daerah dan bangsa ini. Segera laporkan
pada aparat penegak hukum bila mengetahui adanya aktifitas yang dapat
diduga ada kaitannya dengan peredaran narkoba. Tidak perlu takut," pesan
suami Hj Embung Megasari Zam ini.
Dibagian lain dan sebagai
salah satu langkah pencegahan, Ahmad Syah meminta Dinas Pendidikan,
terutama pihak sekolah agar terus berkoordinasi dengan pihak terkait
serta melakukan pemantauan terhadap makanan yang dijual pedagang di
sekitar sekolah yang mungkin mengandung narkoba. Termasuk kemungkinan
adanya makanan yang dijual para pedagang dengan menggunakan zat-zat yang
berbahaya bagi kesehatan. (Bku)