BENGKALIS, Beritaklik.Com - Nampaknya
kabut asap cukup pekat yang terjadi dalam minggu-minggu terakhir ini, sama
sekali tidak berpengaruh dan menghambat penyebaran Demam Berdarah Dengue
(DBD). Sejumlah tempat, penyakit yang disebabkan Nyamuk Aedes aegypti ini mulai menyerang warga.
Contohnya di Gang Kenanga dan Gang Karet Desa Senggoro, Kecamatan
Bengkalis. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, tiga warga di sekitar
Jalan Pertanian Bengkalis ini, sudah terserang DBD dan saat ini ini dirawat di
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis. Dua orang pelajar sekolah dasar dan
seorang lagi dewasa.
Terkait
masalah ini Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie mengatakan sudah
memperoleh informasi adanya kasus DBD ini. Tak hanya itu, dia juga mengaku telah
mengintruksikan Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala-kepala Puskesmas agar segera
bertindak.
"Bukan
hanya di Kecamatan Bengkalis, seluruh kepala Puskesmas di semua kecamatan juga
telah kita instruksikan untuk melakukan fogging di tempat-tempat yang sudah diketahui
adanya kasus DBD. Seluruh Kepala Puskemas sudah kita perintahkan untuk bergerak
cepat dan tepat agar penyebaran DBD segera diatasi dan tidak meluas," ujar
Ahmad Syah, Selasa (15/9/2015).
Dibagian lain dan sebagaimana pernah disampaikan sebelumnya, Ahmad Syah kembali
mengingatkan warganya supaya rajin membersihkan lingkungan sebagai tindakan
pencegahan. Lebih jeli melihat lokasi yang bisa dijadikan sarang nyamuk.
Pencegahan demam berdarah
yang paling efektif dan efisien sampai saat ini, imbuhnya, adalah kegiatan
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus.
Tindakan
3M yang dimaksudkannya itu, adalah menguras tempat penampung air secara rutin,
mengubur benda-benda bekas yang bisa menampung air serta menutup tempat
penampungan air.
Sedangkan
yang dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan. Misalnya
menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan,
menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk dan menggunakan kelambu saat tidur.
Kemudian,
memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk,
mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta menghindari kebiasaan
menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk,
dan lain-lain.
Tindakan
3M Plus ini, imbuhnya, adalah hal yang paling ampuh untuk menangkal
perkembangan DBD. Sebab, nyamuk Aedes Aegypti memang menjadi vektor
utama penyebaran penyakit yang dapat menyebabkan kematian ini. Nyamuk DBD
berkembang biak dengan sangat pesat, terutama pasca musim hujan.
"Meskipun
bentuknya kecil, kuburkan kalau di lingkungan kita ada benda yang tak berguna
yang dapat menampung air. Sebab meskipun genangan airnya kecil, namun sudah
cukup buat nyamuk DBD untuk berkembang biak," Ahmad Syah, mengingatkan
masyarakatnya.
Ahmad
Syah juga mengatakan sudah mengintruksikan Dinas Kesehatan serta seluruh Camat,
Kepala Desa, Lurah, Kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan di desa-desa di
daerah ini untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat di wilayahnya
masing-masing, agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan
PSN.
"PSN perlu
ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba, karena meningkatnya
curah hujan dapat meningkatkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk penular
DBD," pesan Ahmad Syah. (Bku)