
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkals, H Jumari.
BENGKALIS-Suhu panas yang melanda Padang Arafah saat wukuf atau puncak haji, Rabu (23/9/2014) kemarin membuat banyak jamaah tumbang dan harus dibawa ke klinik tenda Balai Kesehatan Haji Indonesia (BPHI) Arafah. Tercatat ada 12 jamaah yang meninggal dunia karena sesak napas dan dehidrasi.
Namun demikian meskipun dikabarkan salah seorang dari 12 jamaah yang meninggal tersebut berasal dari Kelompok Terbang (Kloter) Batam (BTH), namun dapat dipastikan bukan jamaah dari Kabupaten Bengkalis. Jadi sanak keluarga mereka tidak perlu cemas.
''Alhamdulillah, hingga setakat ini tak ada informasi bahwa jamaah asal Kabupaten Bengkalis yang meninggal akibat suhu panas yang melanda Padang Arafah saat wukuf atau puncak haji, kemarin,'' tegas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkals, H Jumari, Kamis (24/9/2015) sekitar pukul 14.30 WIB tadi.
berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, adapun jamaah yang meninggal tersebut diantaranya Muhammad Sodik Palil (61) Kloter 37 Surabaya (SUB), Djani (67) Kloter 33 SUB, Nurhayati (62) Kloter 6 Aceh (BTJ), dan serta Hamid (65) Kloter 4 Batam (BTH).***