
Kabut asap pekat menyelimuti Kota Bengkalis pagi ini.
Kabut asap pekat menyelimuti Kota Bengkalis pagi ini.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Setelah beberapa hari terkahir sempat membaik dan terlihat nyaris hilang sama sekali, kabut asap yang menyelimuti sebagian wilayah di Kabupaten Bengkalis kembali kembali tebal pagi ini, Sabtu (26/9/2015).
Pantauan di Kota Bengkalis, jarak pandang hanya sekitar 200 meter. Siswa yang sudah terlanjur sekolah, dipulangkan oleh pihak sekolah karena kondisi udara sudah tidak sehat lagi.
Padahal menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Jumat (25/9/2015) kemarin untuk wilayah Riau titik panas menyebar di Kabupaten Pelalawan 8 titik, Siak (1), Indragiri Hilir (2), dan Indragiri Hulu (5). Tidak ada satu pun di Kabupaten Bengkalis.
Menyikapi kondisi ini, Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Haroffie mengatakan, sudah meminta Badan Lingkungan Hidup (BLH) bersama Dinas Kesehatan (Dinskes), untuk terus memantaunya.
''Kalau nanti hasil pantauan sudah pada kondisi yang tidak sehat apalagi membahayakan, kita sudah minta BLH dan Dinkes segera berkoordinas dengan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk segera meliburkan kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah. Disdik juga sudah kita minta untuk terus berkoordinasi dengan BLH dan Dinskes,'' ujar Ahmad Syah, Sabtu (26/9/2015) pagi.
Selain itu dan jika hari-hari ke depan kabut asap kian pekat, Ahmad Syah kembali mengimbau warganya untuk membatasi aktivitas di luar rumah atau sebisa mungkin kurangi aktivitas di luar rumah. Bila memang tidak bisa dihindari, supaya menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Lebih-lebih untuk mereka yang rentan terhadap kabut asap, imbuh Ahmad Syah, seperti mereka yang berusia lanjut dan anak-anak. Begitu pula mereka yang mempunyai penyakit kronis seperti asma dan paru-paru serta kondisi daya tahan tubuh yang rendah, agar tidak beraktivitas di luar rumah.
''Sementara bagi yang berkendara, khususnya sepeda motor agar menghidupkan lampu kendaraannya. Selain memang sudah menjadi ketentuan undang-undang lalu lintas yang harus dipatuhi, hal ini juga untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan karena jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap,'' pesan Ahmad Syah.
Pesan serupa juga disampaikannya untuk warganya yang
beraktivitas di laut. ''Gunakan suar tanda lampu darurat bila sedang ada kabut
asap kuat, atau membatasi aktivitas untuk mencegah kecelakaan,'' harap Ahmad
Syah. (Bku)