Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) dan Albendazole Reaksi Mual Akan Hilang Dengan Sendirinya

Senin, 25 Februari 2013

ist

BENGKALIS-Obat Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) dan Albendazole diberikan secara gratis kepada masyarakat untuk pencegah penyakit kaki gajah. Hanya saja banyak masyarakat lebih memilih menyimpan obat tersebut ketimbang meminumnya, mungkin karena kurang sosialisasi dan sebagainya. 

Partisipasi masyarakat mendukung program pengobatan pencegahan penyakit filariasis atau kaki gajah masih kurang. Meskipun sudah mengambil obat anti penyakit tersebut, masih banyak yang enggan meminumnya dengan alasan takut efek samping. 

“Saya belum minum obat itu karena mendengar ada efek samping seperti mual dan bisa pingsan. Lebih baik disimpan saja, tidak saya minum,”ujar Sukem, salah seorang warga Desa Jangkang, Kecamatan Bantan, Bengkalis, Senin (25/2).

Terpisah Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (Kasi P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Ediyanto menjelaskan, kedua obat pencegah filariasis itu adalah obat cacing. Berfungsi untuk membunuh cacing filaria dan cacing usus di dalam tubuh manusia, sama  seperti obat cacing biasa.

Apabila dalam tubuh manusia tidak ada cacing filaria atau cacing usus, tidak terjadi reaksi apapun terhadap tubuh. Akan tetapi apabila di dalam tubuh terdapat cacing filaria ataupun cacing usus, tubuh akan bereaksi apabila telah memakan obat seperti menimbulkan mual, muntah, pusing-pusing dan lain-lain dalam waktu antara setengah

jam, 1 jam, atau 2 x 24 jam setelah meminum obat. Reaksi ini akan hilang dengan sendirinya apabila cacing filaria dan cacing usus telah mati semua di tubuh.
 “Cacing filaria berada di seluruh kelenjar seperti selangkangan dan ketiak, dibunuh dengan DCE. Sedangkan cacing usus seperti kremi, cambuk, pita, harus dibunuh dengan obat albendazole,” ujarnya.

Pihaknya sangat menganjurkan agar masyarakat meminum dua jenis obat cacing ini. Masyarakat juga jangan ragu, obat ini tidak ada dijual bebas seperti obat cacing biasanya dan diberikan secara gratis. 

“Jika kita tidak memakan obat ini sangat dikhawatirkan terjadi kecacatan menetap dalam tubuh, seperti pembesaran pada kaki, tangan, pembesaran payudara dan buah

zakar. Manusia tidak produktif lagi. Jadi tujuan pemerintah melakukan eliminasi filariasis karena daerah kita adalah salah satu endemis penyakit ini. Jadi kita harus eliminasi 2013 hingga 2017 atau secara berturut-turut selama 5 tahun,” jelasnya.
 
Pemberian obat ini juga tidak bisa dilakukan seluruh warga, diantaranya anak kurang dari anak 2 tahun, ibu hamil, usia lanjut di atas 65 tahun, gangguan gagal ginjal, gangguan fungsi hati, menderita epilepsi, sedang sakit berat, kurang gizi dan darah tinggi. Pencegahannya adalah menghindari gigitan semua jenis nyamuk.
“Jika ada yang darah tinggi atau kencing manis silahkan ditunda dahulu dan menunggu kondisinya lebih baik,” imbuhnya. (bku)