Dialog interaktif yang KPU Bengkalis di Kampus STAIN Bengkalis.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkalis kembali menggelar
dialog interaktif antara pasangan calon bupati dan wakil bupati dengan
akademisi di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkalis, Kamis
(8/10/2015).
Sayangnya, dialog kali ini kembali tidak dihadiri semua pasangan calon,
kendati ada perbaikan dibandingkan dari dialog sebelumnya yang digelar di
Politeknik Negeri Bengkalis.
Pada dialog pertama hanya calon bupati nomor 2, H Herliyan Saleh yang
hadir. Sementara hari ini ada peningkatan, dua pasang calon yang hadir, yakni
Cawabup Nomor 1, Muhammad dan Cabup Nomor 2, H Herliyan Saleh. Sementara
pasangan calon nomor 3, baik Cabup Sulaiman Zakaria maupun Cawabup Noor Charis
Putra tidak hadir sampai dialog yang mengambil tema Strategi Pembangunan Daerah
Perbatasan itu dimulai pukul 9.45 WIB.
Dialog dipandu Dosen STAIN Bengkalis, Mufaro'ah, M.Si. Sementara panelisnya
dua orang, dari STAIN Bengkalis, Amrizal dan dari Politeknik Negeri Bengkalis,
Muhammad Milcan.
Ketua KPU Bengkalis, Defitri Akbar dalam sambutannya mengatakan, sejatinya
tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut sangat tepat dan sesuai untuk
diketahui akademisi maupun mahasiswa, terhadap program yang ditawarkan pasangan
calon.
"Karena Kabupaten Bengkalis, sebagian besar berada di daerah perbatasan
terluar Negara Indonesia ini. Maka dari itu, kita perlu memikirkan dan
mengetahui bagaimana strategi-strategi pembangunan yang ditawarkan oleh
pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati,'' ujar Defitri Akbar.
Dilanjutkannya, pada dialog ini sengaja tema tersebut diusung dan tidak
untuk membicarakan visi-misi dari masing-masing pasangan calon. Tetapi ini
adalah forum intelektual yang diadakan di Kampus STAIN Bengkalis.
''Karena lewat forum ini, kita dapat menilai intelektualitas yang merupakan salah satu dari syarat
pemimpin yang akan kita pilih sebagai kepala daerah dalam mengembangkan dan
memajukan serta mesejahterakan rakyatnya,'' kata Derfitri.
Disampaikkannya, sesuai dari apa yang telah diajarkan Nabi Muhammad SAW,
bahwa seorang pemimpin itu harus memiliki empat sifat. Sidhik, Amanah, Fatonah
dan Tabligh.
''Maka dalam forum dialog ini kita akan menguji sifat pemimpin yang ketiga
dan keempat, yaitu intelektual dan penyampaiannya kepada masayrakat dalam
komunikasi yang baik. Dalam artian uji ini adalah dalam sifat yang positif.
Maka dari sini kita tau tingkat intelektualnya dan cara calon pemimpin dalam
membangun komunikasi yang baik kepada masyarakat,'' jelas Ketua KPU.
Maka, lanjutnya, inilah salah satu yang menjadi konsep pemikiran KPU dalam
melaksanakan kegiatan seperti ini dan dipusatkan di kampus. Selain di dalamnya
terdapat orang-orang intelektual, sebagai akademisi diketahui sangat keritis
dalam memajukan SDM maupun daerah.
''Alhamdulillah calon bupati nomor urut 2 dan calon wakil bupati urut 1
sudah hadir di tengah-tengah kita. Sedangkan pasangan calon nomor urut 3 tadi
sudah mengabari kita kalau beliau mashi di Jakarta dan belum dapat menghadiri
kegiatan ini,'' ucap Defitri Akbar. (Bku)