
Ilistrasi.
Ilistrasi.
JAKARTA,
Beritaklik.Com - Pemerintah menargetkan penandatanganan perjanjian
pengusahaan jalan tol untuk ruas Pekanbaru - Kandis - Dumai, Provinsi Riau,
dapat dilakukan akhir bulan ini demi percepatan penyelesaian tol trans Sumatra.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat, Herry Trisaputra Zuna mengatakan, dari empat ruas tol trans Sumatra
yang ditugaskan kepada PT Hutama Karya berdasarkan Perpres 100/2014, tinggal
ruas Pekanbaru - Kandis - Dumai yang belum ditandatangani PPJT-nya.
Sementara itu, pemerintah telah menerbitkan revisi atas perpres tersebut yang
isinya menambah penugasan kepada PT Hutama Karya atas empat ruas lainnya. Dalam
revisi tersebut, pemerintah menetapkan batas waktu penyelesaian kedelapan ruas
yang ditangani Hutama Karya pada 2019.
"PPJT-nya harus segera terbit, kita usahakan bulan ini," katanya saat dihubungi
Bisnis.
Herry mengatakan, pekan ini pihaknya akan kembali memanggil direksi PT Hutama
Karya untuk mengetahui kesiapan mereka dalam penanganan ruas tersebut.
Dengan adanya tambahan penugasan kepada PT Hutama Karya, perlu strategi yang
tepat agar delapan ruas tersebut dapat diselesaikan tepat waktu. Di antaranya,
percepatan penyiapan dan penandatanganan PPJT.
Dengan adanya PPJT, PT Hutama Karya pun dapat lebih pasti dalam melakukan penjajakan
pinjaman untuk mendukung investasi ruas tersebut. Total investasi ruas
Pekanbaru-Kandis-Dumai mencapai Rp11,9 triliun.
Porsi ekuitas untuk ruas sepanjang 135 km tersebut mencapai 45%, atau Rp5,36
triliun yang akan diperoleh melalui tambahan penyertaan modal negara. Sisanya,
sebesar 55% mengandalkan dana lembaga pinjaman.
Direktur Keuangan PT Hutama Karya, Anis Anjayani mengatakan, proses penjajakan
pinjaman senilai Rp8,1 triliun baru akan mulai dilakukan tahun depan. Hutama
Karya masih menanti kepastian kesiapan dana PMN dari pemerintah meski secara
prinsip sudah ada jaminan penyaluran PMN dari pemerintah.
Dari PMN tahun ini senilai total Rp3,6 triliun, alokasi untuk ruas Pekanbaru -
Kandis - Dumai hanya sekitar Rp58 miliar. Belum banyak kemajuan di lapangan
seiring kesiapan lahan yang masih minim.
Meski demikian, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki
Hadimoeljono mengatakan pemancangan tiang perdana atau groundbreaking ruas tersebut sudah
dapat dilakukan akhir bulan ini atau awal Desember.
Sepanjang tahun ini, Badan Pertanahan Nasional secara internsif mengupayakan
pembebasan lahan, sehingga di sisa kuartal akhir tahun ini, cukup banyak lahan
yang akan terbebaskan. Pada awal pekan lalu, pembayaran untuk 12 km lahan baru
saja dilakukan, sehingga total lahan yang bebas kini mencapai 19 km. Dengan
demikian, menurut Basoeki, awal pembangunan ruas ini dapat segera diresmikan.
Berdasarkan proyeksi awal rencana bisnis pembangunan tol trans Sumatra dari PT
Hutama Karya, pendanaan ruas tersebut baru akan dianggarkan di PMN tahun 2017
dan 2018, yakni masing-masing Rp2,49 triliun dan RP2,8 triliun. Sementara itu,
pencairan pinjaman direncanakan di 2018 dan 2019.
Meski demikian, rencana bisnis tersebut akan kembali disesuikan berdasarkan
penugasan baru yang diberikan pemerintah kepada Hutama Karya. Hutama Karya
dalam lima tahun ke depan akan menangani delapan ruas jalan tol dengan
investasi total sekitar Rp70 triliun.
Direktur Utama PT Hutama Karya I Gusti Ngurah Putra mengatakan, pihaknya akan
segera melakukan survey atas empat ruas tambahan dan mulai merancang bisnis dan
desain konstruksinya. Skema pembiayaan atas empat ruas tesebut menurutnya tetap
lebih besar mengandalkan ekuitas dibandingkan pinjaman, karena tingkat
kelayakan investasi yang rendah di ruas-ruas tersebut. (Bki)