
Sekretaris Daerah H Burhanuddin memberikan pengarahan saat membuka sosialisasi Penatausahaan Penerimaan Negara melalui Sistem MPN G2, Selasa (24/11/2015).
BENGKALIS - Dalam rangka meningkatkan tata kelola keuangan negara berbasis
kemajuan teknologi khususnya penerapan sistem penerimaan negara melalui sistem
teknologi, ratusan bendahara lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis
ikuti sosialisasi Penatausahaan Penerimaan Negara melalui Sistem MPN G2, Selasa
(24/11/2015).
Sosialiasi yang ditaja Bank Riau Kepri (BRK) cabang Bengkalis ini dipusatkan di
hotel Pantai Marina dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda)
Kabupaten Bengkalis, H Burhanuddin.
Dalam sambutannya Burhanuddin mengatakan, Modul Penerimaan Negara Generasi 2
(MPN G2) merupakan sistem elektronik billing terintegrasi untuk mengelola
penerimaan negara, sehingga memudahkan para wajib pajak, wajib bayar dan wajib
setor untuk melakukan pembayaran.
"Dengan MPN G2, wajib pajak semakin dimanjakan dalam membayar pajak dengan
layanan online, wajib pajak tak harus antri di bank atau tempat-tempat
pembayaran yang ditunjuk. Bahkan tanpa menggunakan formulir Surat Setoran Pajak
(SSP), cukup menggunakan layanan ATM maupun handphone melalui mobile banking,
wajib pajak sudah bisa memenuhi kewajibannya sebagai warga negara yang baik,"
sambung Burhanuddin.
Kemudahan yang ditawarkan MPN G2, tak ubahnya membeli tiket pesawat secara
online. Cukup membuka website, registrasi, dapat kode bayar, bayar di ATM dan
tiket akan terkirim ke email customer.
"Dengan berbagai kemudahan, tentu kita semua berharap akan semakin
meningkatkan kesadaran para wajib pajak untuk berperan aktif dalam membayar
pajak," sambung Burhanuddin.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pemimpin Devisi Produk dan Jasa BRK Syamsul
Bakri, Pimpinan BRK Cabang Bengkalis Azhar Efendi, serta narasumber dari
Direktur Pengelolaan Kas Negara Rudy Widodo.
Dalam sambutannya Pemimpin Devisi Produk dan Jasa BRK Syamsul Bakri didampingi
Direktur Pengelolaan Kas Negara Rudy Widodo mengatakan bahwa penerimaan negara
memegang peran penting dalam membiayai operasionalisasi dan pembangunan negara.
Dimana sebelumnya, penerimaan negara ini telah di integrasikan antara
Kementerian Keuangan dengan perbankan yakni melalui Modul Penerimaan Negara -
Generasi 1 (MPN-G1) yang mencakup semua penerimaan pajak bea cukai, bukan pajak
menggunakan Surat Setoran Pajak (SPP).
" Hanya saja, MPN-G1 yang berbasis pada manual billing ini, memiliki
kelemahan dalam hal kesalahan elemen data, serta banyaknya transaksi pembatalan
yang berujung pada lemahnya akuntabilitas transaksi penerimaan negara,"
terangnya.
Dengan MPNG2 ini dapat memudahkan Pemkab Bengkalis serta perusahaan dalam
membayar penerimaan negara yang tepat waktu, sehingga dapat meningkatkan
akuntabilitas dalam rangka mewujudkan optimalisasi kas, serta dimanapun wajib
pajak menyetor akan memperoleh konfirmasi dengan cepat.***