Rancangan KUA-PPAS Diteken Besok, Ini Skala Prioritas Pembangunan Bengkalis 2016

Kamis, 03 Desember 2015

Ketua DPRD Bengkalis, H Heru Wahyudi.

Ketua DPRD Bengkalis, H Heru Wahyudi.

BENGKALIS, Beritaklik.Com -
DPRD Kabupaten Bengkalis menjadwalkan penandatanganan MoU Rancangan KUA-PPAS RAPBD 2016, Jumat besok (4/12/2015). Seluruh tahapan pembahasan antara komisi dengan mitra kerja (SKPD) sudah tuntas dilakukan dan ditargetkan sebelum berakhir bulan Desember, APBD 2016 sudah disahkan.


Ketua DPRD Bengkalis, H Heru Wahyudi ketika dihubungi, Kamis (3/12/2015), mengatakan, pembahasan antara komisi dengan SKPD sangat menarik dan penuh dinamika. DPRD berkinginan kegiatan yang diusulkan benar-benar tepat sasaran dan berdaya guna bagi pembangunan masyarakat Kabupaten Bengkalis.
Tak heran kata Ketua DPD PAN Bengkalis ini, di beberapa kesempatan hearing berjalan cukup alot, namun tetap dengan satu tujuan, bagaimana anggaran atau kegiatan yang diusulkan demi kemaslahatan masyarakat Kabupaten Bengkalis.

''Saya mengapresiasi kawan-kawan komisi yang sudah menuntaskan tahapan pembahasan bersama SKPD terkait, pembahasan itu terkadang dilakukan sampai dini hari. Begitu juga kepada rekan-rekan SKPD, walau kita masih melihat ada SKPD yang kurang mengapresiasi tahapan hearing dengan kawan-kawan di komisi,'' sebut Heru.

Ditanya soal struktur RKUA-PPAS tahun 2016, kata Heru secara garis besar tidak jauh bergeser dari tahun-tahun sebelumnya. Anggaran untuk pembangunan infrstruktur dasar masih menjadi skala prioritas, disamping pembangunan bidang pendidikan, kesehatan serta ekonomi masyarakat.

''Skala prioritas kita masih soal infrastruktur, terutama infrastruktur dasar yang menyentuh langsung pusat-pusat ekonomi masyarakat, seperti jalan, jembatan dan infrastruktur dasar lainnya,'' sebutnya.

Untuk menuntaskan infrastruktur dasar di Kabupaten Bengkalis masih butuh waktu yang panjang, karena masih banyak yang belum tersentuh atau sudah dibangun tapi kondisinya sudah tidak layak lagi.

''Untuk jalan poros sebagian bessar sudah terbangun dengan baik, tapi masih ada jalan-jalan lingkungan serta jalan-jalan ke sentra ekonomi masyarakat yang harus menjadi perhatian kita bersama,'' sebutnya lagi.

Terkait besaran APBD 2016, asumsi RAPBD tahun 2016 kata Heru sekitar Rp 4 triliun lebih. Dikaitkan dengan kebutuhan anggaran tersebut masih defisit. Makanya kata Heru, selama pembahasan bersama mitra kerja, program atau usulan yang dianggap belum prioritas terpaksa dipending terlebih dulu.

Ditambahan, selesai penandatanganan MoU KUA-PPAS, dilanjutkan dengan pembahasan antara Banggar dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Diharapkan sebelum berakhir bulan Desember, APBD 2016 sudah disahkan. (Bku)