Jadikan Riau Pusat Kebudayaan Melayu Di Asia Tenggara Riau ,"The Homeland Of Melayu"

Kamis, 03 Desember 2015

PEKANBARU, Beritaklik.Com - Provinsi Riau menyatakan diri bertekad untuk menjadi pusat kebudayaan Melayu di Kawasan Asia Tenggara sekaligus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah ASEAN Dengan Motto baru "The Homeland of Melayu".


Riau berhajat menjadi pusat pertumbuhan perekonomian dan kebudayaan Melayu di kawasan Asia Tenggara dan diharapkan terwujud paling lambat pada 2020," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau, Fahmizal Usman, Ia mengatakan, tekad itu pada dasarnya telah ditunjang oleh letak Provinsi yang berjuluk Bumi Lancang Kuning itu yang sangat strategis dan berada dekat dengan negara-negara serumpun di Asia Tenggara.

Tak hanya dari sisi ekonomi, secara geografis, geoekonomi, dan geopolitik, provinsi Riau terletak di lokasi strategis, yaitu Selat Malaka yang menjadi jalur perdagangan regional dan internasional.

"Oleh karena itu kami menyadari harus dilakukan berbagai upaya strategis untuk merealisasikan cita-cita Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu dan pusat pertumbuhan ekonomi baru," katanya.

Pihaknya menyatakan sedang terus melakukan penggalian, pengembangan, dan pengenalan seluruh potensi budaya dan pariwisata yang terkandung dalam "rahim" Riau kepada seluruh lapisan masyarakat.

"Publikasi dan sosialisasi melalui media massa dan sarana yang lain terus kami lakukan termasuk promosi dan publikasi secara online tentang potensi budaya Riau," katanya. Dari sisi budaya, Riau dengan 12 kabupaten/kota masing-masing memiliki budaya berakar Melayu yang kental.

Misalnya Randai dan Festival Pacu Jalur di Kabupaten Kuansing, Riau juga memiliki Istana Siak, Baraan di Pulau Bengkalis, Tari Zapin, festival Lampu Colok, hingga Ritual Bakar Tongkang.

Sedangkan dari sisi kuliner, Riau terkenal dengan masakan khas Melayu di antaranya Gulai Asam Pedas Ikan Patin, Gulai Ikan Baung, Kuabu Paku, Patchry Nenas, dan Laksamana Mengamuk.

Bila diingat lagi, Tari zapin telah memeriahkan pembukaan PON Riau 2012 lalu di Stadion Utama Pekanbaru. Zapin merupakan representasi dari penyebaran Islam di Indonesia yang berasimilasi dengan budaya Arab. Tampilnya tarian tersebut dalam PON Riau 2012 karena dianggap mewakili budaya Riau sebagai tuan rumah.

Di Riau juga tersedia Zapin Center Riau yang dipusatkan di Gedung Idrus Tintin. Zapin Center dipergunakan sebagai pusat pengembangan seni Zapin dengan menyajikan sejarah tumbuh dan berkembangnya seni Zapin di Riau baik foto maupun audio. Seni Zapin tumbuh dan berkembang di hampir seluruh kabupaten/kota di Riau. Beberapa daerah tersebut adalah: Kabupaten Pelalawan, Bengkalis, Siak, Inhil, Kepulauan Meranti, Rohil, dan Dumai.

Bahasa Melayu yang digunakan di Riau adalah asal Bahasa Indonesia yang pernah terbina secara intensif pertengahan abad ke-19. Bahasa Melayu dipergunakan sebagai pemersatu bahasa pengantar kemasyarakatan di masa kerajaan Riau-Lingga. Bahasa melayu dinilai telah menjadi ruh bagi puak melayu dan puak lain sebagai sebuah identitas bersama bagi negara-negara di Asia Tenggara. Berikutnya Bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia telah dibina dan dipelihara oleh Raja Ali Haji dan para cendekiawan Riau masa itu. (Adv)