Tingkatkan Lulusan yang Berkualitas, 2018 Guru SMA di Riau Harus S2

Kamis, 03 Desember 2015

PEKANBARU,Beritaklik.Com - Untuk mengaplikasikan program Plt Gubri di bidang pendidikan ini, melalui Dinas Pendidik (Disdik) Riau melakukan beberapa terobosan. Salah satunya, dengan mendorong para guru untuk melanjutkan pendidikan, dimana bagi guru yang belum strata satu (S1) agar dapat melanjutkan kuliah.

Begitupun yang belum berpendidikan Strata Dua (S2), juga dapat melanjutkan pendidikan, karena Disdik telah menyiapkan anggaran melalui beasiswa. "Pengratisan pendidikan kuliah para guru tersebut terkait dengan kebijakan Pemprov Riau yang akan menstandarisasi pendidikan guru. Dimana nantinya, guru SD dan SMP wajib minimal berpendidikan Strata Satu (S1). Sedangkan SMA minimal S2," sebut Kepala Disdik Riau, Kamsoel, beberapa waktu lalu.

Bahkan Kamsoel mewajibkan setiap guru SMA sederajat pada tahun 2018 sudah harus menggantongi S2. Jika belum, maka mereka siap-siap dipindahkan mengajar menjadi guru SMP.

Untuk menunjang hal itu, Dinas Pendidikan Riau menurut Dwi telah menganggarkan beasiswa bagi para guru-guru tersebut. Untuk para guru berada di daerah, pihaknya mengarahkan kuliah di Universitas Terbuka (UT), sehingga tidak menganggu aktifitas pekerjaannya dalam proses belajar mengajar.

Pemberian beasiswa atau pengratisan biaya pendidikan itu, lanjut Dwi, tidak diberikan secara langsung, melainkan ke Universitas Terbuka (UT). Universitas ini nantinya yang akan mendata berapa jumlah guru yang akan kuliah. "Jadi nanti kualitas menjadi sama. Supaya berkualitas juga, biaya gratis dong. Tapi caranya, bukan bantuan langsung, melainkan ke univeritas berapa guru yang akan kuliah," katanya.

Program unggulan untuk meningkatkan kualitas SDM putra daerah ini, kata Dwi, pemberian bantuan dana desertasi (tugas akhir) untuk dosen yang menempuh pendidikan sarjana strata 3 atau doktoral. Dana yang disiapkan tidak dibatasi disesuaikan dengan tugas akhir yang diajukan.

"Syaratnya, dia putra Riau dan lulus ujian proposal di kampusnya. Dana yang kita siapkan tidak dibatasi, disesuaikan dengan tugas akhir yang mereka ajukan," kata Kamsoel.

Melalui program ini, Kadisdik Riau berobesesi melahirkan banyak doktor di lembaga pendidikan tinggi di Provinsi Riau. Sehingga makin banyak pula program-program studi S2 yang bisa dibuka di daerah ini. "Kalau sudah begitu, putra-putri Riau, terutama guru tidak perlu jauh-jauh menempuh pendidikan strata dua ke luar daerah," katanya.

"Kita juga luncurkan beasiswa untuk mahasiswa Riau berprestasi. Beasiswa berbeda dengan diluncurkan Biro Kesra Setdaprov selama ini," imbuhnya.

Sementara untuk para siswa, Disdik Riau programkan pemberian pendidikan skill (keahlian) selama satu tahun bagi siswa SMK. Gunanya, untuk meningkatkan daya saing lulusan atau SDM para siswa SMK nanti.

Pemberian pendidikan keahlian setahun bagi siswa SMK itu, kata Dwi, sebagai upaya lebih memperdalam atau memantapkan ilmu yang diperoleh saat dibangku sekolah. "Hanya saja, ini kita fokuskan pada satu program studi keahlian unggulan di SMK tersebut, mereka yang lulus Ujian Nasional (UN), langsung akan mengikuti pendidikan tambahan setahun lagi," jelasnya.

Sebagai tahap awal, kata Kadisdik Riau ini, pendidikan keterampilan itu akan dilakukan pada tiga SMK yakni, SMKN 2 Taluk Kuantan dengan program keahlian bidang perhotelan, berikutnya di SMKN 3 Pekanbaru, dengan program keahlian kuliner, dan di SMK Pertanian Riau untuk program keahlian Pertanian Mechanical Pertanian dan jurusan Perkebunan.

"Nantinya mereka akan memperoleh pendidikan dari tenaga-tenaga ahli pada bidangnya masing-masing. Sehingga usai menamatkan studi, mereka akan langsung bekerja, karena kita juga telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk tiap bidang keahlian tersebut. Mereka akan memperoleh sertifikat dari lembaga yang berkompeten dan sertifikat itu berskala internasional," jelas Dwi. Untuk pelaksanaan program tersebut, Dwi menjelaskan baru akan dilaksanakan pada tahun 2015 mendatang, untuk tahun ini masih dilakukan berbagai persiapan, seperti membangun ruang sekolah baru, melengkapi sarana perhotelan, dan lainnya.

"Untuk mereka itu, akan disubsidi oleh Pemerintah Provinsi Riau. Program ini baru pertama kita di Riau ini yang akan melaksanakan. Kita harapkan Riau akan menjadi pilot project di Indonesia," katanya.(ADV)