
Menyadari hal itu, Pemprov Riau menempatkan pembangunan
pendidikan sebagai prioritas utama dalam program pembangunan daerah. Malah, SDM
yang mumpuni diyakini dapat menjadi kunci keberhasilan pembangunan.
Peningkatan SDM yang berkualitas terus dilakukan Pemprov
Riau. Bentuknya, dengan pemberian beasiswa terhadap siswa berprestasi maupun
kurang mampu, beasiswa kepada guru dan dosen hingga peningkatan fasilitas dan
sarana prasarana pendidikan.
Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengatakan
pendidikan bukan saja menjadi tanggung jawab negara. Tapi secara moral
merupakan tanggung jawab semua. Untuk itu Plt mengajak semua pihak untuk peduli
terhadap pendidikan guna mencerdaskan manusia berkarakter Pancasila.
"Kita kembalikan semangat dan konsep Ki Hajar Dewantara.
Pendidikan sebuah kegembiraan. Menuju manusia berkarakter harus bekerja keras
dan membuka lebar keterlibatan masyarakat," ujar Plt Gubri dalam
memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) beberapa waktu lalu, di
kantor Gubernur.
Plt Gubri meminta seluruh guru di Provinsi Riau untuk
meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan. Sehingga diharapkan, dapat bersaing
baik itu ditingkat provinsi maupun nasional bahkan internasional.
Plt Gubri juga mengingatkan perlunya suasana pendidikan yang
relevan. Semua ini tentu tak lepas dari sosok Ki Hajar Dewantara yang telah
menjadikan sekolah sebagai taman atau tempat yang asik untuk belajar. Sehingga
ketika ingin meninggalkan taman tersebut berat hati untuk meninggalkannya.
Namun diakui Plt Gubri, banyak kekurangan pembangunan sarana
dan prasarana pendidikan. Hal-hal inilah yang harus segera diperbaiki ke
depannya.
Pendidikan Membuka Wawasan
Selain itu, sambungnya, Pendidikan telah membuka pintu
wawasan, memberi pelita dalam kehidupan, hingga bangsa ini bisa menjadi bagian
dari negara dunia yang mampu bersaing dalam Sumber Daya Manusia (SDM). Hal itu
disampaikan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah Republik Indonesia
Anies Baswedan, dalam sambutan tertulisnya dibacakan Pelaksana Tugas (Plt)
Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman menyebutkan, sebagai negara yang kaya
akan Sumber Daya Alam (SDA), warga bangsa ini telah dibuat larut dalam dokrin
yang dikembangkan oleh para kolonial yakni terfokus pada pengerukan dan
pemanfaatanSDA dalam kehidupan. "Mereka tidak memperdulikan agar bagaimana
mamsyarakat Indonesia bias cerdas sehingga memiliki SDM yang handal. Karena
itulah saatnya kita bangkit, kita harus memajukan SDM kita, agar kekayaan alam
yang kita miliki tidak lagi dikeruk oleh bangsa asing, karena kita tidak
memiliki SDM yang mumpuni untuk mengelolanya," tegasnya.
Dia mengingatkan kalau dibalik kekayaan SDA yang dimiliki
Indonesia, aset terbesar bangsa ini sesungguhnya terletak pada manusia bangsa
Indonesia, tantangan kedepan adalah bagaimana terus mengambangkan kualitas
bangsa Indonesia. Kaum kolonial, yang pernah menjajah bangsa ini telah membuat
masyarakat Indonesia menjadi jauh terkebelakang, mereka terus mengeruk kekeyaan
SDA Indonesia, dan mengabaikan SDM anak bangsa. "Karena itulah, sekali
lagi, sudah saatnya kita mulai fokus pada pengembangan SDM melalui pendidikan,
karena pendidikan itu diibaratkan sebagai tangga berjalan, yang akan membawa
kita kearah yang lebih baik," ajaknya.
Dalam kesempatan itu, Dia juga mengajak kepada berbagai pihak
untuk ikut terlibat memajukan pendidikan, "mari kita beriuran dalam
memajukan pendidikan ini, iuran yang paling mudah adalah dengan mendatangi
sekolah kita dulu, mendatangi guru yang telah mencerdaskan kita, mari berbagi
ilmu dengan anak-anak bangsa," sambungnya.
Melalui tema Hardiknas tahun ini Pendidikan dan Kebudayaan
sebagai Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila`,
sudah saatnya masyarakat Indonesia bangkit dalam upaya memajukan bidang
pendidikan di negeri ini.
"Pancasila sebagai bagian dari idiologi bangsa kita,
mari kita jadikan bagian dalam mempersatukan keberagaman, untuk bangkit,
melawan penjajahan yang hari ini dilakukan melalui kegiatan pemerosotan mental
anak bangsa, sudah saatnya kita bangkit, bersatu padu mewujudkan apa-apa yang
dicita-citakan pejuang kemerdekaan bangsa ini," tutupnya (ADV)