
PEKANBARU, Beritaklik.Com - Dalam upaya meningkatkan mutu
pendidikan, tidak terlepas dari dukungan pembangunan sarana prasarana
pendukung. Oleh karena itu, berbagai program telah dibuat Pemprov Riau melalui
Dinas Pendidikan. Salah satunya, Disdik Riau menyiapkan Labor Micro Teaching
untuk guru, mulai dari SD, SMP dan SMA di masing-masing kabupaten/kota di Riau.
"Ada tiga labor micro teaching, satu di SD, satu SMP dan satu di SMA di
setiap daerah," kata Kadisdik Riau, kamsol.
Dijelaskan Dwi, untuk membangun labor micro teaching ini,
seluruh dana akan dianggarkan oleh Disdik Riau melalui APBD Riau 2015.
Sedangkan Disdik kabupaten /kota hanya menyiapkan sekolah mana yang akan
dijadikan micro teaching. "Labor micro teaching ini, untuk memandu guru
yang kurang mampu agar dapat mengajar dalam proses belajar mengajar lebih baik.
Lewat ini, kita bisa menilai apakah guru sudah berkualitas apa belum dalam
mengajar," terang kamsol.
Terobosan lain, dengan memberikan bantuan pembangunan gedung
sekolah satu atap dari jenjang SD hingga SMA untuk kabupaten/kota. Bantuan itu
dianggarkan melalui APBD-P Riau 2014 dengan syarat kabupaten/kota menyediakan
lahan 1,5 hektar.
Kata Kamsol program ini dibuat dalam upaya meningkatkan akses
pelayanan pendidikan dan mendukung wajib belajar (wajar) 12 tahun di Riau.
"Bantuan ini kita berikan kepada daerah yang siap menyediakan lahan seluas
1,5 hektar, tentunya dengan melihatkan surat sertifikat lahan tersebut kepada
kita. Di atas lahan itu, kita akan bangun gedung sekolah dari jenjang SD hingga
SMA," paparnya. Selain gedung sekolah, lanjut Kadisdik Riau, pihaknya juga
akan membangun sarana pendukung lainnya, seperti lapangan bola mini. Tak hanya
itu, kata kamso;, pihaknya juga membangun rumah guru di lahan tersebut.
Idealnya, sebut kamsol, setiap kecamatan memiliki gedung
sekolah dari tingkat SD hingga SMA. Di Riau sendiri ada 160 kecamatan.
"Program yang kita lakukan ini, untuk membantu kecamatan yang ada di Riau
yang belum memiliki sarana dan prasarana pendidikan tersebut," katanya.
Dalam mendukung program ini, papar kamsol, Disdik Riau tak
berjalan sendiri, namun pihaknya akan bekerjasama dengan instansi terkait
lainnya. Dalam artian, pihaknya yang membangun gedung sekolah, lalu Dinas
Pekerjaan Umum membangun jalan maupun perumahan guru di kawasan tersebut,
kemudian pihak PLN yang memberikan arus listrik. "Harapan kita, dengan
adanya program ini, akses pendidikan di Riau dapat lebih baik lagi. Sehingga
upaya menerapkan program nasional, yakni pendidikan universal atau wajar 12
tahun dapat berjalan lebih baik," ujar kamsol.
Tak hanya itu, Pemprov Riau akan melakukan revitalisasi
terhadap sekolah-sekolah yang ada, akan dibangun lebih bagus lagi, dengan
dilengkapi berbagai fasilitas yang pendukung yang lebih lengkap. (Adv)