Bangun Sarana Pendidikan Di Setiap Kecamatan di Provinsi Riau

Kamis, 03 Desember 2015

PEKANBARU, Beritaklik.Com - Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, tidak terlepas dari dukungan pembangunan sarana prasarana pendukung. Oleh karena itu, berbagai program telah dibuat Pemprov Riau melalui Dinas Pendidikan. Salah satunya, Disdik Riau menyiapkan Labor Micro Teaching untuk guru, mulai dari SD, SMP dan SMA di masing-masing kabupaten/kota di Riau. "Ada tiga labor micro teaching, satu di SD, satu SMP dan satu di SMA di setiap daerah," kata Kadisdik Riau, kamsol.

Dijelaskan Dwi, untuk membangun labor micro teaching ini, seluruh dana akan dianggarkan oleh Disdik Riau melalui APBD Riau 2015. Sedangkan Disdik kabupaten /kota hanya menyiapkan sekolah mana yang akan dijadikan micro teaching. "Labor micro teaching ini, untuk memandu guru yang kurang mampu agar dapat mengajar dalam proses belajar mengajar lebih baik. Lewat ini, kita bisa menilai apakah guru sudah berkualitas apa belum dalam mengajar," terang kamsol.

Terobosan lain, dengan memberikan bantuan pembangunan gedung sekolah satu atap dari jenjang SD hingga SMA untuk kabupaten/kota. Bantuan itu dianggarkan melalui APBD-P Riau 2014 dengan syarat kabupaten/kota menyediakan lahan 1,5 hektar.

Kata Kamsol program ini dibuat dalam upaya meningkatkan akses pelayanan pendidikan dan mendukung wajib belajar (wajar) 12 tahun di Riau. "Bantuan ini kita berikan kepada daerah yang siap menyediakan lahan seluas 1,5 hektar, tentunya dengan melihatkan surat sertifikat lahan tersebut kepada kita. Di atas lahan itu, kita akan bangun gedung sekolah dari jenjang SD hingga SMA," paparnya. Selain gedung sekolah, lanjut Kadisdik Riau, pihaknya juga akan membangun sarana pendukung lainnya, seperti lapangan bola mini. Tak hanya itu, kata kamso;, pihaknya juga membangun rumah guru di lahan tersebut.

Idealnya, sebut kamsol, setiap kecamatan memiliki gedung sekolah dari tingkat SD hingga SMA. Di Riau sendiri ada 160 kecamatan. "Program yang kita lakukan ini, untuk membantu kecamatan yang ada di Riau yang belum memiliki sarana dan prasarana pendidikan tersebut," katanya.

Dalam mendukung program ini, papar kamsol, Disdik Riau tak berjalan sendiri, namun pihaknya akan bekerjasama dengan instansi terkait lainnya. Dalam artian, pihaknya yang membangun gedung sekolah, lalu Dinas Pekerjaan Umum membangun jalan maupun perumahan guru di kawasan tersebut, kemudian pihak PLN yang memberikan arus listrik. "Harapan kita, dengan adanya program ini, akses pendidikan di Riau dapat lebih baik lagi. Sehingga upaya menerapkan program nasional, yakni pendidikan universal atau wajar 12 tahun dapat berjalan lebih baik," ujar kamsol.

Tak hanya itu, Pemprov Riau akan melakukan revitalisasi terhadap sekolah-sekolah yang ada, akan dibangun lebih bagus lagi, dengan dilengkapi berbagai fasilitas yang pendukung yang lebih lengkap. (Adv)