Desa Siaga dan Pemberdayaan Masyarakat Desa di Riau

Jumat, 04 Desember 2015

PEKANBARU, Beritaklik.Com - Pengembangan Desa Siaga Aktif pada dasarnya tak lain adalah kegiatan pemberdayaan masyarakat desa di bidang kesehatan. Ketika masyarakat sudah berdaya, maka mereka akan mampu mengenali dan menganalisa masalah yang mereka hadapi. Tak hanya itu, mereka juga akan bisa mencari solusi atas masalah itu dan sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk mengerjakan solusi itu. Demikian dikatakan Fasilitastor Kegiatan Orientasi Tenaga Poskesdes Riau dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Khairani Hasyim kepada media ini baru-baru ini.


Diberitakan sebelumnya, pada kegiatan orientasi tenaga Poskesdes Riau yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Riau di Kecamatan Minas, didampingi oleh dua fasilitator dari Dinas Kesehatan Riau dan satu fasilitator dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Ketiganya yakni, Khairani Hasyim, Nani Widya Nurdin dan Vivi.

Menurut Khairani, kegiatan orientasi itu untuk mengetahui proses pemberdayaan masyarakat di Minas sehubungan dengan program desa siaga. "Kami melihat desa di Minas. Ada empat desa, tiga di antaranya merupakan desa siaga aktif. Di ketiga desa ini, antisipasi mereka terhadap berbagai macam penyakit sudah baik. Juga sudah ada forum desa siaga tingkat kecamatan, dan tentunya perhatian aparat kecamatan dan desa sangat bagus. Camat juga ikut memantau," ujar Khairani.

Khairani mengatakan, satu dari desa-desa yang dikunjungi itu pernah memperoleh predikat juara desa siaga terbaik tingkat provinsi. Saat itu dalam rangka gerakan sayang ibu, yang merupakan bagian dari kepedulian masyarakat terhadap ibu yang masuk kategori rentan kematian.

Mengenai desa siaga, Khairani mengatakan, pada intinya program itu adalah untuk memberdayakan masyarakat desa. "Ketika masyarakat desa sudah berdaya, maka mereka akan dengan sendiri mengenal masalah kesehatan di tempat mereka, mereka juga kemudian bisa mencari solusinya, jika butuh bantuan pihak lain, mereka tahu mau kemana dan apa yang harus dilakukan," ujar Khairani.

Dipaparkannya, pada tahap awal tidak mudah untuk membentuk desa siaga. "Awalnya sangat sulit untuk membangunnya. Butuh bertahun-tahun memang untuk menciptakan masyarakat yang sadar. Namun ketika sudah terbentuk, kita jangan heran, desa siaga sudah punya anggaran ratusan juta untuk penanganan kesehatan warga desa mereka," ujar Khairani. (Adv)