Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman dan Pj Bupati Bengkalis Ahmad Syah Harrofe menyiramkan air kepada Bolang (tokoh serial anak di Trans 7) yang ikut ritual Mandi Safar.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Plt Gubernur Riau
Arsyadjuliandi Rahman bertekad akan menjadikan kegiatan budaya ritual Mandi Safar
di Pantai Tanjung Lapin Desa Tanjung Punak, Kecamatan Rupat, sebagai event
budaya dan wisata nasional di Provinsi Riau.
''Kegiatan ini kita harapkan dapat
terus dilanjutkan dan ditingkatkan. Kedepan kita akan upayakan kegiatan ini menjadi
event nasional. Kita tidak akan segan-segan mengundang menteri untuk datang
hadir melihat langsung keindahan Pantai Rupat ini,'' ujar Plt Gubri di hadapan
puluhan ribu masyarakat ketika membuka kegiatan membuka ritual budaya Mandi
Safar di Pantai Tanjung Lapin, Kecamatan Rupat Utara, Sabtu (5/12/2015).
Untuk mewujudkan kegiatan budaya
ritual mandi safar sebagai even nasional, maka pada tahun 2016, tepatnya pada
APBD perubahan tahun 2016, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau pada tahap awal
yang membuat DED (Detail Engenering Design). Upntuk itu, Aryadjuliandi
Rahmad minta Bupati dan Dinas Pariwasita Kabupaten Bengkalis untuk terus
mengingatkan agar bisa dimasukan pada APBD-P 2016.
"Kalau saya melihat dari investasi
pembangunan infrastruktur jalan yang sudah ada dimulai dari pelabuhan roro
sampai kawasan wisata menelan biaya sangat besar. Sayang jika jalan ini tidak
optimal penggunaannya. Salah satunya mengoptimalkan investasi tersebut adalah
mengembangkan dan mengoptimalkan potensi wisata Pulau Rupat ini," tandas Andi
Rahman.
Ditegaskan Plt Gubri, event budaya
ritual Mandi Safar ini sejalan dengan visi Riau 2020 yakni sebagai pusat budaya
Melayu di kawasan Asia Tenggara. Untuk itu seluruh elemen negeri ini harus
memperkuat untuk mempercepat dan menyukseskan visi tersebut. Terlebih pada
peringatan ulang tahun Provinsi Riau ke-58, Pemerintah Provinsi Riau telah
mencanangkan salah satu sektor yang perlu ditumbuhkembangkan adalah sektor
pariwisata berbasis budaya.
"Saya rasa yang kita canangkan sejalan
dengan pemerintah pusat, menumbuhkan ekonomi dari sektor pariwisata. Insya
Allah, jika kita komitmen untuk mengembangkan pariwisata di Pulau Rupat ini,
maka ekonomi rakyat tentu akan meningkat," tandasnya.
Dikatakan Andi Rahman, pengembangan
sektor pariwisata akan memberikan dampak domino (multiplayer efect)
terhadap kehidupan rakyat. Hal ini dicontohkan Gubri dengan pelaksanaan even
budaya ritual mandi safar menjadi magnet puluhan ribu warga datang ke kawasan
wisata pantai Rupat Utara. "Apalagi jika daerah ini kita jadikan betol sebagai
daerah wisata. Tentunya harus dilengkapi dengan berbagai budaya-budaya yang ada
di daerah ini," ujarnya.
Menurut Gubri, potensi pariwisata yang
ada di Pulau Rupat harus dimaksimalkan mengingat Pemkab Bengkalis sudah
melakukan investasi besar di bidang infratsruktur jalan. Jika potensi
pariwasata ini dikelola dengan baik, maka akan mampu meningkatkan perekonomian
masyarakat.
Lautan
Manusia
Pantai Tanjung
Lapin berubah jadi lautan manusia saat digelar Ritual Mandi Safar, Sabtu kemarin.
Puluhan ribu warga, baik dari Rupat maupun dari luar Rupat hadir untuk
menyaksikan pesta budaya sekaligus menikmati panorama keindahan Pantai Teluk
Rhu dengan pasir putihnya sambil menghadap ke Selat Meraka.
Event yang
sudah menjadi agenda rutin, tahun ini terasa istimewa karena untuk pertama
kalinya dihadiri oleh Plt Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rahman dan isteri
beserta sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
Kemudian
Penjabat Walikota Dumai, Arlisman Agus serta sejumlah pejabat Pemko Dumai juga
hadir dalam kegiatan tersebut. Kemudian Pj Bupati Bengkalis, H Ahmad Syah
Harrofie dan isteri serta pejabat teras di lingkungan Pemkab Bengkalis.
Saking
ramainya masyarakat untuk menyaksikan event budaya yang sudah tradisi
masyarakat Rupat ini, jalan menuju Pantai Tanjung Lapin macet total.
Masyarakat yang menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua, harus rela
berjalan kaki cukup jauh untuk sampai ke lokasi karena kendaraan tidak bisa
masuk menuju lokasi.
Walau
demikian, masyarakat tampak sangat antusias kendati cuaca siang itu cukup
terik. Mereka datang bersama keluarga keluarga dengan membawa berbagai
perlengkapan seperti bekal dan tikar yang bentang di sepanjang hamparan pasir
putih pantai Tanjung Lapin. (Bku)