
PEKANBARU, Beritaklik.Com - Berkaca pada sejarah masa lalu
serta berbagai potensi yang dimiliki Provinsi Riau, Riau diyakini akan menjadi
lokomotif perekonomian untuk wilayah Indonesia bagian barat.
Pembenahan infrastruktur sangat penting. Karena itu bisa menghambat
meningkatkan kapasitas untuk tumbuh. Apalagi tantangan ke depan semakin berat
dengan persaingan yang ketat pula.
Riau harus tetap semangat kedepannya, hal ini bisa dijadikan momentum untuk
memupuk semangat kebersamaan persatuan dan kesatuan walau agaknya telah banyak
kemajuan dan prestasi yang diraih. Riau memperkenalkan moto yang akan menjadi
roh Riau dalam membangun negeri melayu yakni Riau The Homeland of Melayu Hal
ini disampaikan oleh Plt Gubernur Ria Arsyajuliandi Rahman belum lama ini di
pekanbaru.
Walaupun Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat bahwa pertumbuhan
ekonomi Riau triwulan tiga tahun 2015 mengalami perlambatan. Namun pada
triwulan IV-2015 secara umum diperkirakan pertumbuhan ekonomi Riau mengalami meningkat
dan mencatatkan pertumbuhan yang positif. Pertumbuhan ekonomi Riau secara
tahunan diperkirakan berada pada kisaran 1,0-2,0% dengan tendensi ke arah batas
bawah.
"Investasi merupakan hal yang penting untuk menunjang perkembangan suatu
daerah sehingga Pemprov Riau terus mengupayakan agar Provinsi Riau menjadi
daerah tujuan investasi di Indonesia dengan cara menggencarkan promosi,
memperkuat jaringan dan mengeluarkan kebijakan untuk memberikan kemudahan
kepada para investor" ujarnya.
Investasi merupakan salah satu pilar pokok kebangkitan ekonomi, karena mampu
memberikan sentuhan multiplier effect yang besar terhadap pertumbuhan dan
peningkatan ekonomi di berbagai sektor. Mengurangi pertumbuhan pengangguran,
mengurangi kemiskinan serta mampu peningkatan pendapatan, dengan cara
menghadirkan lapangan pekerjaan. Investasi dan pembangunan ekonomi memiliki
keterkaitan yang besar dan saling menguntungkan. Sebuah wilayah atau regional
yang memiliki kualitas sumber daya alam (SDA) yang berlimpah selalu mendapat
perhatian yang besar bagi pemilik modal untuk masuk dan kerjasama dengan
penduduk lokal, melalui wakil rakyat atau pemerintah.
"Provinsi Riau merupakan provinsi yang cukup aman untuk berinvestasi.
Pasalnya, Riau memiliki letak yang sangat strategis, berada di kawasan koridor
Sumatera, dekat dengan jalur perdagangan dunia di Selat Malaka, dan dekat
dengan negara-negara ekonomi di Asia Tenggara, Riau sangat aman dan nyaman
dibandingkan dengan keadaan provinsi lain," tegas Gubri.
Dilanjutkannya Tidak ada tsunami dan gempa bumi di Riau. Tidak ada gunung meletus.
Masyarakat cukup harmonis, tidak terjadi gejolak antar agama, suku, konflik
masyarakat seperti provinsi lainnya. Itu menjadikan Provinsi Riau aman untuk
berinvestasi.
Adapun 8 Agenda Peningkatan Investasi di Riau menurut Gubri adalah
Mempersiapkan kelembagaan, SDM, ketatalaksanaan, Meyediakan peta potensi
investasi daerah,Mengidentifikasi proyek investasi unggulan,Membentuk tim
koordinasi pemantapan iklim investasi di daerah.
Optimalisasi tim koordinasi LKPM daerah, Mendorong pemberian insetif dan kemudahan
penanaman modal di daerah, Mendorong perkembangan kawasan industri dan kawasan
strategis terpilih, Mendorong peningkatan iklim investasi yang kondusif di
daerah.
"Makanya Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan sarana dan prasarana
infrastruktur untuk penunjang, agar investasi datang ke Riau. Baik sarana
jalan, jembatan, pelabuhan, air bersih, listrik dan lainnya. Untuk itu, Pemrov
Riau terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan Pemerintah Pusat
untuk menggaet dana APBN untuk memperbaiki sarana infrastruktur yang
dibutuhkan," ujarnya.
dikatakannya lagi bahwa provinsi riau terus melakukan Perbaikan infrastruktur
guna menarik investor untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi Riau, Pemerintah
Provinsi Riau juga mensingkronkannya dengan kebijakan Pemerintah Pusat dengan
kebijakan MP3EI,Tiga daerah di Riau, masing-masing Dumai, Kuala Enok dan Buton
menjadi kawasan ekonomi khusus.
Menurut Gubernur Riau ini Sesuai dengan visi Pembangunan Jangka Menengah Daerah
Riau Tahun 2014-2019 yakni " Terwujudnya Provinsi Riau yang maju,
masyarakat sejahtera, berbudaya Melayu dan berdaya saing tinggi, menurunnya
kemiskinan, tersedianya lapangan kerja serta pemantapan aparatur" tuturnya. (Adv)