Kemendag Segera Akomodir Alat Pembuat Kemasan UMKM Riau

Sabtu, 12 Desember 2015

Pekanbaru, Beritaklik.Com - Sementara itu, Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Riau, M Firdaus terus berupaya memperjuangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Riau dimata Nasional bahkan Internasional tampaknya akan segera terwujud. Kenapa tidak, dalam waktu dekat Kementrian Perdagangan (Kemendag) RI akan memberikan bantuan berupa alat pembuat kemasan UMKM.

"Alhamdulillah, Kemerindag mengakomodir permintaan kita itu. Kemungkinan, alat untuk membuat kemasan produk itu akan direalisasikan dalam waktu dekat," katanya saat ditemui di kantor Gubri, belum lama ini.

Selain itu katanya, Disperindag Riau terus mendorong pelaku UMKM untuk berinovasi dalam memajukan produknya. "Sehingga, produk-produk UMKM Riau tidak kalah bersaing dengan produk dari negara-negara ASEAN, yang bakal 'membanjiri' Provinsi Riau," sambungnya.

Menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2016 mendatang, lanjutnya, banyak peluang usaha yang bisa dikembangkan oleh pelaku UMKM di Riau. Hanya saja, masih ada beberapa kelemahan yang dimiliki karena ada beberapa aspek yang menjadi titik kelemahan dalam produk-produk UMKM Riau. "Misalnya, soal kemasan yang belum menarik. Kemudian soal HAKI dan sertifikasi halal," terangnya pejabat yang lulus seleksi assesmen Pemprov Riau ini.

Selain itu kata Firdaus, dalam kemasan produk yang akan dijual, belum tertera kandungan atau komposisinya. "Sehingga, konsumen merasa ragu untuk membelinya," tukasnya.

Hadiri Sosialisasi

Dalam menghadapi Peluang dan tantangan MEA tahun 2015, Pelaksanaan Tugas (Plt) Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman menghadiri program acara Sosialisasi Implementasi Masyarakat Ekonomi Asean yang diselenggarakan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Darmin Nasution, di hotel Borobudur Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2015).

Mengusung tema "Peluang dan Tantangan" kegiatan ini dibuka oleh Menko Bidang Perekonomian RI, Darmin Nasution dan dihadiri Kepala Daerah dan Kepala SKPD se-Indonesia, Kadin, Civitas Akademika, Pejabat Lembaga dan Kementrian RI, Otoritas Jasa Keuangan, Perwakilan Bank Indonesia dan Nara sumber dari 7 negara anggota Asean.

Menurut Darmin, dalam mempersiapkan tantangan ini pemerintah pusat dan daerah harus terus melakukan evaluasi untuk menghasilkan kebijakan tentang ekonomi dengan kajian-kajian Akademisi untuk menjadikan lebih baik. Selain itu mekanisme SDM juga harus terus dikembangkan dengan pelatihan yang memiliki standard kompetensi yang jelas dengan adanya sertifikasi.

"Saya harapkan semua pemangku kepentingan memiliki kesadaran dan persepsi yang sama terhadap peluang dan tantangan yang tidak hanya dihadapi tetapi juga dilalui serta manfaatnya bagi Indonesia. Melalui kegiatan ini kita semua memiliki kesadaran mental, untuk melalui tantangan dalam menghadapi masyarakat Ekonomi Asean," ungkap Darmin.

Menurut rencana MEA akan mulai berlaku di penghujung tahun 2015 ini, tepatnya 31 Desember 2015. MEA adalah suatu kerjasama regional Asia Tenggara di bidang ekonomi yang ditransformasi menjadi kesatuan kekuatan baik sebagai pasar tunggal maupun pusat produksi. Tujuannya adalah, menjadikan Asean menjadi kawasan dengan ekonomi yang berdaya saing disertai pertumbuhan yang lebih setara di seluruh negara anggotanya dan terintergrasi dengan lebih baik dengan pasar global.

Dalam kesempatan ini Plt Gubri mengatakan, masyarakat Ekonomi Asean terdiri dari 4 Pilar yang terkait satu dengan lainnya yaitu Pasar tunggal dan berbasis produksi, kawasan ekonomi yang berdaya saing, pembangunan ekonomi yang merata dan Integrasi dengan ekonomi global.

"MEA 2015 merupakan sebuah proses, bukan sebuah event. Setelah 2015, yang merupakan target politik pemimpin Asean, proses integrasi Asean tidak akan terhenti namun justru akan semakin intensif. Proses tersebut pada intinya akan membuat Asean menjadi semakin atraktif, berdaya saing tinggi dan efektif sehingga dapat senantiasa relevan dalam persaingan ekonomi global," papar Plt Gubri. (Adv)