Plt Gubri Himbau Daerah Siapkan Proposal Pertanian

Ahad, 13 Desember 2015

Pekanbaru, Beritaklik.Com - Wacana Kementerian Pertanian yang akan mengakomodir permintaan petani di 'Bumi Lancang Kuning' ditanggapi serius Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman.

Pria yang biasa disapa Andi itu menghimbau seluruh kepala daerah di Riau agar segera menyiapkan proposal untuk bantuan di bidang pertanian diantaranya program saluran irigasi dan lain sebagainya. "Menteri Pertanian menjanjikan beberapa program untuk petani yang ada di Riau," ungkap Andi kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Mentan tersebut sangat prihatin dengan hasil panen petani di Riau, sebab dalam satu tahun hanya bisa melakukan panen sebanyak satu kali. "Ada beberapa solusi bagi petani kita di Riau, diantaranya pembuatan sumur bor dan pembuatan tadah hujan, sehingga petani kita bisa melakukan panen dua kali dalam satu tahun," paparnya.

Karena permasalahan tersebut masih hangat di kepala Menteri, Andi menghimbau pada seluruh kepala daerah untuk menyiap proposal tersebut.

"Saat ini kan masih segar di kepala kepala Mentan, jadi lebih cepat lebih baik, agar proposal kita ini segera bisa ditanggapi," ulasnya.

Bagi daerah yang tidak bisa dikembangkan untuk sawah, Andi menyebutkan akan mengarahkan daerah tersebut membuatkan proposal untuk pengembangan pertanian lainnya sepeti jagung, kacang dan beberapa bentuk pertanian lainnya.

Dengan adanya proposal tersebut, Andi mengharapkan pertumbuhan perekonomian masyarakat di Provinsi Riau tercarikan solusi dan dapat meningkatkan perekonomian mereka sendiri. "Kita mengharapkan terciptanya petani yang mandiri," tuturnya.

Banyaknya faktor yang mempengaruhi inflasi daerah diantaranya kenaikan harga cabai, bawang, bbm, listrik, daging ayam, daging sapi. Karena itu Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman meminta seluruh Kabupaten-Kota serta dinas terkait memfokuskan diri dalam mewujudkan target swasembada pangan yang telah dicanangkan pemerintah pusat.

"Seperti jalan, harus diperhatikan untuk memperlancar akses. Jika transportasi lancar, biayanya dapat ditekan sehingga membuat harga barang dapat lebih murah. Oleh sebab itu Plt Gubri minta daerah yang belum bisa mengejar progresnya diharapkan segera mengejarnya,"ujar Plt Gubri.

Terkait kebutuhan pangan kata Plt Gubri, seperti beras, cabai masih bergantung pada provinsi tetangga dengan mendatangkan dari Sumatera Barat. Pemberdayaan daerah-daerah yang berpotensi menjadi daerah produksi pertanian harus di optimalkan. "Dinas Pertanian dan Peternakan untuk lebih intensif melakukan koordinasi ke daerah-daerah agar bisa dicarikan solusi permasalahannya," katanya.(Adv)