Kabid Kebersihan DPK Bengkalis Abdul Kadir menyerahkan piala kepada salah seorang pemenang lomba pidato tentang kebersihan.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Penjabat Bupati Bengkalis mengajak warga untuk membiasakan hidup
bersih sejak dini. Orang yang membiasakan hidup bersih sejak dini, maka
ketika dewasa akan selalu membiasakan hidup bersih dan akan menularkan
kebiasaannya itu kepada anak-anak dan lingkungan sekitar.
Hal
itu disampaikan Penjabat Bupati Bengkalis dalam sambutan tertulis yang
disampaikan Plt Asisten Tatapraja Sedakab Bengkalis, Hj Umi Kalsum saat
memberikan sambutan pada acara aneka lomba kebersihan, yang dipusatkan
di Lapangan Tugu Bengkalis, Sabtu (12/12/2015).
"Biasakan hidup bersih mulai
dari rumah, lingkungan tempat tinggal kita dan juga sekolah," ajak Pj
Bupati kepada para pelajar yang ikut berpartisipasi dalam perlombaan
tersebut.
Menurut
Bupati, banyak hal yang bisa dilakukan dalam memotivasi para siswa
untuk membiasakan hidup bersih. Pertama sekali tentu harus ada aturan
atau tata tertib tentang kebersihan yang perlu dipatuhi oleh para siswa.
Selanjutnya bagi siswa yang mengikuti aturan diberikan reward sedangkan
yang melanggar aturan bisa diberikan peringatan atau sanksi.
Membiasakan gotong royong pada hari Jumat atau dikenal dengan Jumat
bersih juga merupakan cara yang bagus untuk mendekatkan para siswa agar
berprilaku hidup bersih.
''Bisa juga dipertandingkan piket antar kelas, siapa yang paling bersih nanti diberi penghargaan,'' ujarnya.
Selain
itu, memperkenalkan kepada para siswa tentang manfaat ekonomi dari
sampah-sampah yang tidak berguna, khususnya sampah anorganik juga perlu
dilakukan. Sampah-sampah tersebut dengan sedikit kreatifitas bisa
menghasilkan berbagai kerajinan yang bermutu tinggi. Kerajinan dari
sampah tersebut, selain bisa mengurangi volume sampah, juga memberikan
manfaat minimal bagi diri sendiri.
"Kerajinan
yang dihasilkan bisa dipergunakan untuk diri sendiri. Kemudian bisa
juga dijual dan menghasilkan uang," kata Umi Kalsum.
Terkait
dengan manfaat ekonomis dari sampah, Umi Kalsum mengatakan saat ini
Pemkab melalui Dinas Pasar dan Kebersihan (DPK) Bengkalis telah
mendirikan Bank Sampah, salah satunya yang ada di Jalan Rumbia. Bagi
warga yang berminat untuk mengetahui bagaimana sistem kerja Bank Sampah,
bisa langsung datang ke kantor Bank Sampah tersebut. Inti dari Bank
Sampah tersebut adalah masyarakat bisa menghasilkan uang dari sampah
yang mereka tabung di Bank Sampah.
Pemkab
Bengkalis sendiri menurut Umi Kalsum, dalam upaya menciptakan
lingkungan yang bersih sekaligus membiasakan warga untuk menjaga
kebersihan, telah memiliki Perda Nomo 2 Tahun 2015 tentang Pengelolaan
Sampah. Dalam perda tersebut sudah diatur bagian dari kewajiban warga
yang perlu dilakukan serta sanksi baik denda maupun kurungan, kalau ada
warga maupun lembaga yang melanggar perda tersebut.
Pantauan
di lapangan, DPK Bengkalis menggelar berbagai perlombaan yang diikuti
oleh para pelajar dan juga anak TK. Ada lomba bazar bagi sekolah, lomba
memilah sampah bagi anak TK, lomba pidato dan lomba membuat kerajinan
dari sampah anorganik bagi para pelajar SD/MI, SLTA dan SLT. (Bku)