Pj Bupati Bengkalis, Ahmadsyah Harrofie (kanan) mengikuti Dialog Nasional Membangun Bangsa di Tangerang, Banten, Selasa (15/12/2015).
TANGERANG, Beritaklik.Com - Memperhatikan situasi dan kondisi karakter
bangsa yang memprihatinkan, pemerintah mengambil inisiatif untuk
memprioritaskan pembangunan karakter bangsa, pembangunan karakter bangsa seharusnya
menjadi arus utama dalam mengembangkan pembangunan nasional.
Demikian salah satu poin penting yang disampaikan Pj
Bupati Bengkalis, Ahmad Syah Harrofie ketike menghadiri Dialog Nasional
Membangun Bangsa di Ballroom Allium Hotel Tangerang, Selasa (15/12/2015).
Dipaparkan Pj Bupati, karakter tidak datang dengan
sendirinya, tetapi harus dibangun dan dibentuk agar bisa menjadi bangsa yang
bermartabat. Hilangnya karakter akan menyebabkan hilangnya generasi penerus
bangsa, maka dapat dikatakan bahwa karakter berperan sebagai kemudi dan
kekuatan sehingga bangsa ini tidak terombang-ambing.
Untuk mewujudkan karakter yang membangun bangsa, kata
Pj Bupati, semua pihak harus melihat dimana sasaran yang sangat mendongkrak
dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang berkompeten, yakni harus
memulainya di lingkup keluarga terlebih dahulu, kemudian di lingkup satuan
pendidikan dan terakhir di lingkup pemerintahan.
Sesuai yang tercermin dari misi pembangunan nasional
yang memposisikan karakter pendidikan sebagai misi pertama dari delapan misi
yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 -
2025 (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007), yaitu terwujudnya
karakter bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, dan bermoral
berdasarkan Pancasila, yang dicirikan dengan watak dan perilaku manusia dan
masyarakat Indonesia yang beragam, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berbudi luhur, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang
dinamis, dan berorientasikan kepada Iptek.
"Dengan kata lain, apa yang menjadi tujuan pembangunan
karakter bangsa adalah untuk membina dan mengembangkan karakter warga negara,
sehingga mampu mewujudkan masyarakat yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa,
berkemanusiaan yang adil dan beradab, berjiwa persatuan Indonesia, berjiwa
kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan,serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tutup Ahmadsyah. (Bku)