Anggota DPRD Bengkalis, Irmi Syakip Arsalan.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Mulai
dijajaki sejak akhir pemerintahan H Syamsurizal jadi Bupati Bengkalis,
perubahan RSUD menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) baru terealisasi
tahun 2016. Perubahan status tersebut diharapkan menjadi kabar baik
bagi RSUD dan masyarakat, terutama dalam upaya peningkatan layanan
kesehatan kepada masyarakat.
Anggota Komisi IV DPRD
Bengkalis yang membidangi kesehatan, Irmi Syakip Arsalan S.Sos
membenarkan tentang perubahan RSUD menjadi BLUD di tahun 2016 ini.
Perubahan tersebut seiring selesainya audit oleh institusi terkait
terhadap RSUD Bengkalis.
"Memang rencana perubahan
RSUD menjadi BLUD ini sudah lama, tapi ada beberapa tahapan yang harus
dilalui dan alhamdulillah tahun 2016 ini sudah positif berubah," ujar
Irmi Syakip.
Pria yang akra disapa Ikip ini
menjelaskan, ketika RSUD sudah menjadi BLUD, manajemen RSUD bisa
mengatur 'rumah tangganya' sendiri. Artinya, keuangan yang masuk ke RSUD
bisa dikelola oleh RSUD untuk kepentingan pembelian obat dan lainnya.
"Sehingga mulai tahun 2016 nanti tidak ada lagi alasan RSUD Kehabisan
stok obat lalu 'memaksa' pasien membeli obat di luar. Sebab, RSUD tidak
harus menunggu proses tender pembelian obat, karena pembelian bisa
dilakukan langsung oleh RSUD," sebut Ikip.
Untuk
pembelian obat di luar RSUD, memang ada beberapa jenis obat yang tidak
termasuk tanggungan RSUD, khususnya untuk pasien Jamkemasda. Hal-hal
semacam ini harus juga dipahami oleh masyarakat. "Tapi, untuk semua
jenis obat yang memang menjadi tanggungan RSUD, tidak ada alasan bagi
pasien untuk membeli di luar rumah sakit," sebutnya.
Dirinya berharap, perubahan RSUD Bengkalis menjadi BLUD juga merubah
pelayanan rumah sakit menjadi lebih baik. Tidak semata dalam memberikan
pelayanan kepada pasien tapi juga peningkatan semua mutu, mulai dari
kebersihan sarana dan prasarana serta terpenuhinya kebutuhan dokter
spesialis.
"Ini baru tahun pertama, kita maklumi
kalau dalam perjalanannya masih ditemukan kekurangan. Bersama-sama kita
akan evaluasi itu untuk perbaikan ke arah yang lebih baik," sebut
politisi muda PKB ini.
Terpisah Plt Direktur
RSUD Bengkalis, Zulfan Herri membenarkan mulai tahun depan RSUD
Bengkalis sudah berubah jadi BLUD. Segala sesuatu sudah dipersiapkan
manajemen, termasuk minta pendampingan dari BPKP.
''Saat ini pihak BPKP sedang di RSUD untuk melakukan pendampingan guna mempersiapkan perubahan status ke BLUD,'' ujar Zulfan.
Dipaparkan
Zulfan, terkait perubahan status tersebut, juga terjadi perubahan dalam
penganggaran. Dimana untuk tahun 2016 nanti rumah sakit memakai dua
pola, RKA seperti sebelumnya dan anggaran bisa langsung digunakan.
''Untuk
anggaran yang bisa langsung digunakan ini sifatnya terbatas, seperti
pengadaan obat dan jasa penanganan medis. Selebihnya masih sistem RKA,''
jelas Zulfan. (Bku)