Sekda H Burhanuddin didampingi Kasdim 0303 Bengkalis Mayor Inf Ricard Harisab dan Kepala Kesbangpol Bengkalis H Rusli saat memimpin rakor penanganan konflik sosial.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkalis, H Burhanuddin, Badan Kesatuan
Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor)
bersama membahas Rencana Aksi Terpadu Penanganan Konflik Sosial di
Kabupaten Bengkalis, Senin (28/12).
Rapat
yang diselenggarakan di lantai II Kantor Bupati ini, turut diikuti Kasdim 0303
Bengkalis, Mayor Inf Ricard Harisab, Kepala Kesbangpol Bengkalis, H Rusli,
Kepala Bea Cukai, Imigrasi, serta sejumlah Kepala SKPD di lingkungan Kabupaten
Bengkalis, serta sejumlah Camat.
"Melalui
rakor ini, kita berharap berbagai pencegahan maupun antisipasi konflik sosial
yang kita ketahui dapat kita cegah dengan sebaik mungkin. Baik itu, persoalan
sengketa lahan, pertikaian suku, masalah ekonomi dan lain sebagainya," ujar
Sekda.
Sementara
itu, sebagai penyelenggara, Kepala Kesbangpol Rusli mengatakan bahwa Rakor yang
dilaksanakan ini adalah tindak lanjut dari Undang-undang Nomor 32 tahun 2004
tentang Pemerintah Daerah dan Undang-undang Nomor 7 tahun 2012 tentang
Penanganan Konflik Sosial.
"Sehingga
tindakan yang dapat kita lakukan adalah melakukan Rakor bersama SKPD dan
Instansi vertikal untuk menindaklanjuti terkait isu-isu aktual yang muncul dan
terdapat di kabupaten Bengkalis," ujar Rusli.
Dengan
demikian, lanjutnya, secara bersama melalui Rakor yang dipimpin Sekda tersebut
akan dicari langkah-langkah konkrit pencegahan konflik di Negeri Junjungan. Hal
ini diharapkan agar tidak menjadi sebuah ancaman yang meresahkan masyarakat.
"Maka secara dini kita mengambil suatu
kebijakan atau sikap untuk bagaimana menangani dan menjalani undang-undang yang
telah dimaksud, seperti salah satunya mengadakan rakor ini," sambung Rusli.
Dikatakannya,
sejauh ini pemerintah daerah dan pihak vertikal seperti, Kepolisian, Bea Cukai,
Imingrasi dan TNI, akan terus mengupayakan agar tetap menjalin hubungan dalam
melakukan langkah-langkah pencegahan konflik.
"Meski
demikian, kita juga berharap kepada seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa
juga menjaga ketertiban, keamanan dan kepatuhan aturan dalam kehidupan
sehari-hari. Karena jika tidak kita mulai menjaga dari diri sendiri, maka bisa
jadi konflik dalam berbagai bentuk akan terjadi," harap Kepala Kesbangpol
Bengkalis.
Disampaikkannya
lagi, walaupun kondisi Kabupaten Bengkalis saat ini relatif kondusif, namun
langkah-langkah antisipasi terhadap potensi konflik wajib dilakukan oleh semua
pihak. Sehingga kestabilan tetap terus terjaga. "Tentunya ini sesuai
dengan amanat ketentuan perundang-undangan, dimana penanganan konflik menjadi
perhatian bersama," tutupnya. (Bku)