Salah satu kebun bibit desa KRPL binaan BKP Bengkalis.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Salah satu upaya yang dilakukan oleh Badan
Ketahanan Pangan (BKP) Kabupaten Bengkalis dalam mempercepat penganekaragaman
konsumsi Pangan adalah dengan pola optimalisasi pemanfaatan pekarangan. Konsep
yang terapkan adalah Kawasan Rumah Pangan Lestari atau KRPL.
"Salah satu justifikasi penting dari pengembangan
Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) ini adalah bahwa ketahanan pangan nasional harus
dimulai dari ketahanan pangan di tingkat rumah tangga," ujar Kepala BKP Kabupaten Bengkalis, H Erwin Achyar kepada
wartawan, Senin (28/12/2015).
Dikatakan,
optimalisasi pemanfaatan pekarangan dilakukan melalui upaya pemberdayaan wanita
untuk mengoptimalkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Upaya ini
dilakukan dengan membudidayakan berbagai jenis tanaman sesuai kebutuhan
keluarga seperti aneka umbi, sayuran, buah, serta budidaya ternak dan ikan
sebagai tambahan untuk ketersediaan sumber karbohidrat, vitamin, mineral,dan
protein bagi keluarga pada suatu lokasi kawasan perumahan warga yang saling
berdekatan.
"Dengan demikian akan dapat terbentuk sebuah kawasan
yang kaya akan sumber pangan yang diproduksi sendiri dalam kawasan tersebut
dari optimalisasi pekarangan," ujar Erwin seraya menamabhkan kalau kelompok
KRPL yang telah dibantu oleh Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkalis hingga
tahun 2015 sebanyak 20 Kelompok yang tersebar di 8 Kecamatan.
Disamping percepatan penganekaragaman konsumsi pangan,
Erwin mengatakan, melalui Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan
Pangan Masyarakat, pihaknya juga fokus pada pemberdayaan pangan lokal. Wujud
upaya pemberdayaan pangan lokal yang telah dilakukan antara lain Lomba Cipta
Menu Beragam Bergizi Seimbang, dengan memanfaatkan bahan dasar pangan selain
beras.
"Lomba ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya oleh Badan
Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkalis, serta Pengembangan Pangan Lokal
alternatif pengganti Beras seperti Sagu yang punya potensi di Bengkalis,"
katanya lagi.
Saat ditanya kondisi konsumsi pangan penduduk Kabupaten
Bengkalis, Erwin mengatakan, secara kuantitas telah melampaui angka kecukupan
yang dianjurkan sebesar 2.000 Kkl/Kap/Hr sesuai Widyakarya Nasional Pangan dan
Gizi. Namun secara kualitas masih rendah karena pola konsumsi penduduk Kabupaten
Bengkalis yang belum beragam, bergizi dan seimbang.
"Karena konsumsi pangan penduduk Bengkalis masih
didominasi kelompok padi-padian sebesar 1.798 Kkal/Kap/Hr dari standar PPH
sebesar 1.000 Kkal/Kap/Hr, minyak dan lemak sebesar 385 Kkal/Kap/Hr dari
standar PPH 2.000 Kkal/kap/Hr. Konsumsi umbi-umbian masih kurang yang hanya 79
Kakl/Kap/hr dari PPH 120 Kkal/Kap/Hr, pangan hewani hanya 157 Kkal/Kap/Hr dari
PPH 240 Kkal/Kap/Hr, sayur dan buah hanya 119 Kkal/Kap/Hr dari PPH
120 Kkal/Kap/Hr. Semetntara kacang-kacangan sudah melebihi standar nasional
sebesar 118 Kkal/Kap/Hr dari PPH 100 Kkal/Kap/Hr," papar Erwin. (Bku)