
Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie bersama petugas dari BOB PT BSP Pertamina Hulu meninjau semburan gas di Desa Bantan Air, Selasa 95/1/2015) petang.
Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie bersama petugas dari BOB PT BSP Pertamina Hulu meninjau semburan gas di Desa Bantan Air, Selasa 95/1/2015) petang.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Masyarakat tidak
perlu khwatir terhadap adanya semburan gas di sumur bor di halaman Mushalla
Nurul Yakin, Dusun Tuah Makmur, Desa Bantan Sari, Kecamatan Bantan. Sebab gas
tersebut hanya merupakan gas rawa atau metana (CH4) yang tidak berbahaya.
"Tidak ada gas beracun seperti H2S (Hidrogen sulfida).
Zero H2S. Biarkan apinya menyala terus. Apalagi di ruang terbuka seperti
ini. Nanti akan habis sendiri dan tidak berbahaya bagi kehidupan," tegas
Sudarman, Safety Air Badan Operasional Bersama (BOB) PT BSP Pertamina Hulu.
Didampingi
Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie, penjelasan itu disampaikan
Sudarman kepada sejumlah wartawan usai mengecek langsung semburan gas tersebut,
Selasa (5/1/2015) petang.
Selain Ahmad
Syah, turut mendampingi petugas dari BOB PT BSP Pertamina Hulu mengecek
semburan gas di halaman Musahalla Nurul Yakin tersebut diantaranya Kadis
Pertambangan dan Energi H TS Ilyas, Camat Bantan Hendrik Dwi Yatmoko dan
Kapolsek Bantan AKP Ermanto.
Gas rawa itu,
kata Sudarman, terbentuk dari timbunan material organik, dan dalam jangka waktu
bertahun-tahun dan ketika dibuka akan mengeluarkan gas. Dia
menjelaskan, kejadian seperti di Desa Bantan Air itu adalah hal biasa dan bisa
terjadi dimana saja. Khususnya di daerah rawa-rawa dan persawahan.
Ketika
ditanya berapa lama semburan gas di halaman Mushalla Nurul Yakin tersebut tetap
keluar, Sudarman tidak bisa memprediksinya secara pasti. "Harus
diteliti lebih detil lagi. Kita datang kan cuma ingin memastikan gas ini
berbahaya atau tidak. Dan ternyata tidak," katanya.Sudarman juga
mengatakan kalau semburan gas itu tidak kuat. Kalau mau, ditutup juga tidak
masalah. Tinggal disemen saja," katanya.
Meskipun gas
tersebut tidak berbahaya, Ahmad Syah tetap mengingatkan warganya untuk tetap waspada.
Khususnya kepada para orang tua agar benar-benar memperhatikan anak-anak agar
tidak bermain di sekitar api pembakaran yang dihasilkan dari gas tersebut.
"Awasi
anak-anak kita agar tidak melintas garis larangan yang telah dipasang pihak
kepolisian," pesannya kepada hampir seratus orang warga Bantan Sari yang ikut menyaksikan pengecekan lapangan oleh petugas
dari BOB PT BSP Pertamina Hulu tersebut.
Sementara
Camat Bantan menjelaskan, semburan gas seperti yang terjadi di Desa Bantan Sari
ini bukan kali pertama terjadi di Kecamatan Bantan. "Lima tahun
lalu, kejadian serupa juga terjadi di Desa Teluk Lancar. Waktu itu kejadiannya
sama. Masyarakat membikin sumur bor," kata Hendrik Dwi Yatmoko. (Bku)