
Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie.
Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Penjabat Bupati H Ahmad Syah Harrofie mengatakan, sebagai
abdi negara dan pelayanan masyarakat, seluruh pejabat dan Aparatur Sipil
Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bengkalis harus menjadi panutan dan
tauladan. Mesti memberikan contoh terbaik kepada warga.
"Termasuk dalam mematuhi aturan antrean di pelabuhan Ro-Ro. Baik itu
di pelabuhan penyeberangan Air Putih (Kecamatan Bengkalis) maupun
Sungai Selari (Bukit Batu)", ujarnya, Rabu (6/1/2015).
Penegasan ini disampaikan Ahmad Syah terkait banyaknya laporan warga
adanya beberapa oknum pejabat dan ASN yang suka menerobosan antrian.
Padahal kendaraan mereka bukan termasuk kendaraan yang memperoleh
fasilitas khusus.
"Siapapun orangnya harus patuh. Ikuti
antrian. Kasihan masyarakat. Kasihan petugas di lapangan yang terus
dimarah-marahi masyarakat. Berikan contoh yang benar kepada masyarakat,"
katanya.
Begitu juga dengan masyarakat lainnya. Ahmad
Syah juga mengajak untuk mematuhi segala aturan yang ada di kedua
pelabuhan feri penyeberangan tersebut. "Siapapun mau
cepat menyeberang. Tapi kalau semua patuh, kami yakin semua akan
memakluminya. Bisa menerima meskipun harus ikut antrian cukup lama,"
imbuhnya.
Dibagian lain Asisten Pemerintahan dan
Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Provinsi Riau ini minta Kepala Dinas
Perhubungan, Komunikasi dan Informatika untuk membina seluruh petugas
di lapangan agar tegas dalam memberikan pelayanan dan mengatur antrian.
"Bukan justru sebaliknya. Ikut memberikan fasilitas kepada
siapapun. Kami juga mendapat laporan ada petugas yang suka demikian.
Memfasilitasi mobil pejabat yang dikenalnya untuk tidak ikut antrian"
paparnya.
Kepada petugas Dishubkominfo di kedua
pelabuhan Ro-Ro tersebut, Ahmad Syah juga berpesan agar mobil yang
memang tidak berangkat supaya tidak izinkan ikut dalam antrian dengan
tujuan untuk digantikan dengan mobil lain.
Katanya,
cara-cara demikian juga salah dan tidak dibenarkan. Apalagi dengan cara
memindahkan sendiri pembatas antrian yang ada. Jangan dibiarkan, karena
masyarakat yang antri di belakang bisa saja menuduh ada kerjasama dengan
petugas di lapangan.
"Kalau memang tidak berangkat
jangan diizinkan ikut antrian. Petugas di lapangan juga harus jeli.
Mesti mengawasi hal-hal yang demikian. Biar semua tertib. Agar semua
terlayani dengan baik," imbuhnya lagi.
Kepada
masyarakat Ahmad Syah minta untuk tidak takut melaporkan jika ada
pejabat atau ASN yang suka menerobos antrian. Begitu pula jika ada
petugas yang mwmberikan fasilitas kepada pihak tertentu untuk menerobos
antrian.
Sementara
itu berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan dari warga,
Rabu pagi tadi padi salah satu kendaraan dinas Pemkab Bengkalis yang
menerobos antrian di pelabuhan Ro-Ro Air Putih adalah Kijang Innova BM
1001 D. Padahal sebelum itu dan sejak awal sudah banyak kendaraan antri
dan menunggu berjam-jam. (Bku)