Persediaan Solar Di-Bengkalis, Aman.!

Sabtu, 02 Maret 2013

BENGKALIS.Jika suplai solar terjadi kelangkaan di Pekanbaru, untuk Bengkalis setakat ini masih aman-aman saja. Baik di SPBU yang ada di Kecamatan Mandau dan Pinggir, maupun di semua APMS di Pulau Bengkalis masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan solar.   
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bengkalis melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri, H Fakhrurrazy , menjelaskan Disperindag melalui UPTD yang ada di Mandau dan Pinggir sudah memantau langsung stok solar di beberapa SPBU. Kondisinya stabil, tak terjadi antrean kendaraan untuk mendapatkan solar.  Demikian pula di Pulau Bengkalis, dari sejumlah APMS yang ada,  rata-rata masih memiliki stok solar.
Diakui Razy, memang tidak semua APMS maupun SPBU yang masih ada stok. Tapi setidaknya masyarakat masih bisa mendapatkan solar di APMS dan SPBU yang masih ada stok solar.
"Sampaj saat ini di kabupaten Bengkalis memamg belum terjadi kelangkaan solar. Tapi kita belum dapat memprediksi kedepannya.Apakah nantinya dari kuota yang ada sebelum ini, ketersediaan solar masih imbang dengan yang dibutuhkan masyarakat. Karena informasinya kuota solar bersubsidi untuk Riau akan dikurangi,. Jika memamg. ketentuan itu diberlakukan tentunya akan berimbas pada kuota untuk kabupaten/kota. Namun yang pasti untuk kabupaten Bengkalis stok solar aman.Yang kurang itu adalah alokasi premium  "ulas Razy panggilan akrabnya.
Disebutkannya, alokasi solar untuk 12 APMS yang tersebar di pulau Bengkalis dan Bukot Batu sebesar 780 KL perbulan. Sementara yang dilayani oleh 8 SPBU, rata-rata solar yang didistribusikan mencapai 9.185 KL perbulan
Menyinggung soal ketersediaan premium (bensin) setelah sebulan pemberlakuan wajib pertamax bagi kendaraan dinas,dimana dari kondisi yang ada selama ini, setiap akhir bulan  stok premium putus,  Razy mengatakan jika setelah pemberlakukan wajib pertax bagi endaraan dinas tersebut, kelangkaan premium di pulau Bengkalis terutama pada akhir bulan sudah berkurang. Kendati kelangkaan tersebut belum.sepenuhnya teratasi. Tapi setidaknya masyarakat tidak lagi menjerit karena tak bisa mendapatkan bensin pada akhir bulan.
"Kalau misalnya di APMS tidak ada lagi stok bensin, tapi di tingkat pengecer mkta lihat masih ada yang menjual bensin. Kondisi ini beda sewaktu lendaraan dinas masih memakai bensin, dimana bensin sering putus terutama pada akhir bulan," tutup Razy.(bku)