Pj Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Bersama sejumlah
Gubernur, Bupati/Walikota se-Indonesia, hari ini, Senin (18/1/2016), Penjabat
Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie dijadwalkan mengikuti Rapat Koordinasi
Nasional (Rakornas) Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2016.
Ahmad Syah
yang sejak Minggu (17/1/2016) petang kemarin sudah berada di Jakarta
menjelaskan, belum mengetahui persis agenda yang akan dibahas dalam rapat yang
akan dihadiri Presiden Joko Widodo itu.
"Sejauh ini tentang materi yang akan dibahas
dalam Rakornas itu kami belum memperoleh informasi secara pasti," jelas Ahmad
Syah sebagaimana disampaikan Kepala Bagian Humas, Johansyah Syafri, Senin
(18/1/2016).
Ahmad Syah
menambahkan, Rakornas itu ditaja Menteri Sekretaris Negara dan Menteri Lingkungan
Hidup dan Kehutanan tersebut akan digelar Senin petang ini. "Sesuai
undangan yang kami terima dijadwalkan dimulai pukul 16.00 WIB. Dalam Rakornas
tersebut Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan memberikan pengarahan langsung,"
imbuhnya.
Dibagian
lain Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Provinsi Riau
ini mengatakan, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten
Bengkalis bersama pemangku kepentingan terkait tetap berkomitmen untuk mencegah
terjadinya Karhutla di daerah ini.
Adapun
langkah-langkah yang telah ditempuh untuk itu, katanya, diantaranya dengan terus
memberikan sosialisasi atau pemahaman kepada masyarakat supaya tidak mengolah
lahan dengan cara membakar.
Kemudian,
memberikan instruksi kepada stakeholder terkait untuk senantiasa siaga dan
tanggap serta segera melakukan langkah-langkah konkrit untuk pemadaman jika
ditemukan adanya titik api agar tidak semakin meluas.
"Tim pemadam
kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran bersama
masyarakat peduli api serta perusahaan yang beroperasi di daerah ini sudah kita
minta untuk segera merespon jika terjadi Karhutla. Alhamdulillah, semuanya
menyatakan siap untuk bahu membahu mencegah terjadinya Karhutla," pungkasnya. (Bku)