Pengurus KONI foto bersama dengan Kajari Bengkalis, Rahman Dwi Saputra.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis,
Rahman Dwi Saputra mengingatkan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia
(KONI) Kabupaten Bengkalis, untuk mengkonsultasikan hal-hal yang dirasa
mengganjal atau kurang dipahami. Hal itu untuk menghindari kesalahan dalam penggunaan
anggaran.
"Sebesar apapun anggaran yang dikelola
kawan-kawan pengurus KONI, selagi sesuai dengan peruntukannya, dipergunakan
sesuai aturan yang benar, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hanya saya
ingatkan, jika menemukan ganjalan atau hal-hal yang belum dipahami silakan
konsultasikan," ujar Rahman.
Hal itu disampaikan Kajari
ketika menerima pengurus KONI Bengkalis di ruang pertemuan Kejari Bengkalis, Selasa
(19/1/2016). Selain ketua KONI, Syaukani turut hadir dalam pertemuan tersebut,
Wakil Ketua Umum I Syahrizal, Wakil Ketua Umum III Adam, Sekretaris Umum
Sriyono, Bendahara Umum Usman Malik, Wakil Sekretaris Umum Afdal Aulia serta
sejumlah ketua bidang dan pengurus lainnya.
Dikatakan Rahman, pihaknya
membuka diri bila memang KONI membutuhkan untuk mengkonsultasikan hal-hal yang
belun dipahami. Yang penting kata Rahman, informasi dan koordinasi jangan
sampai tersumbat atau putus. "Kita membuka diri seluas-luasnya, jika kawan-kawan
KONI ingin bertanya tentang hal-hal yang memang harus ditanyakan, termasuk juga
soal perkembangan olahraga di daerah kita ini," jelas Rahman lagi.
Rahman menganalogikan seperti
penyakit yang diderita manusia. Sebagian besar disebabkan oleh peredaran darah
yang tidak lancar atau terjadi sesuatu penyumbatan. "Begitupun kita dalam
mengurus organisasi ini. Kalau kita tidak paham lalu kita paksakan melakukan
itu, maka disana awal mula penyimpangan terjadi," sebut Rahman lagi.
Dalam kesempatan tersebut
Rahman juga menyentil tentang berbagai kegiatan olahraga yang menurutnya belum
begitu semarak. Dirinya menyarankan, dalam rentang waktu satu atau dua bulan
digelar latihan bersama dari sebagian cabang olahraga yang ada. Kegiatan
semacam itu secara tidak langsung sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat
juga bagian memasyarakatkan olahraga.
Tidak bermaksud mengecilkan
bantuan Pemerintah Daerah kepada KONI Bengkalis, Rahman juga mengajak para
pengurus KONI untuk gencar mencari sponsor, bapak asuh, merangkul perusahaan
yang ada untuk bersama-sama "mengurusi" olahraga di Bengkalis.
"Banyak perusahaan besar di
daerah kita ini, perusahaan-perusahaan besar ini bisa dirangkul untuk sama-sama
membesarkan olahraga di Bengkalis. Selain sebagai sponsor, mungkin mereka bisa
diserahkan untuk memegang salah satu cabor. Seperti dilakukan oleh pemerintah
kita dulu, perusahaan ini pegang cabor ini, kementrian ini cabor ini pula,"
saran Kajari.
Sebelumnya, Ketua KON Bengkalis
Syaukani menyampaikan tentang pengurusan baru KONI Bengkalis yang baru dilantik
bulan Maret 2015. Sebagai pengurus baru dan berlatar belakang profesi serta
disiplin ilmu yang berbeda, persoalan atau kendala-kendala bisa saja ditemukan.
"Untuk itu kami berharap,
Kejari Bengkalis bisa memberikan arahan dan masukan-masukan kepada pengurus
yang baru ini. Selain itu, bila nanti ada hal-hal yang kurang kami pahami
terkait dengan penggunaan anggaran dan lainnya, kami juga berharap bisa mengkonsultasikan
hal itu kepada Kejari Bengkalis," pinta Syaukani.
Dalam kesempatan tersebut,
Syaukani juga menyampaikan tentang rencana Rapat Anggota KONI awal bulan Maret
mendatang serta sejumlah prestasi yang diraih oleh atlet-atlet Bengkalis beberapa
tahun terakhir.
"Tugas pengurus KONI yang baru ini sedikit berat pak,
mempertahankan juara umum Porprov di Inhu tahun 2014 lalu. Mudah-mudahan kita
bisa mempertahankan apa yang sudah kita raih. Selain itu pak, pada Porwil di
Bangka Belitung beberapa waktu lalu, atlit-atlit Bengkalis juga menjadi
penyumbang medali emas terbanyak untuk kontingan Riau," papar Syaukani. (Bku)