Ketua Pansus Multiyears, Syahrial.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Tekad
para wakil rakyat untuk membentuk Panitia Khusus Proyek Multiyears senilai
Rp2,4 triliun akhirnya terwujud melalui rapat paripurna yang digelar, Selasa sore
(19/1/2016).
Sidang
paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Bengkalis, Zulhelmi. Dari eksekutif dihadiri
Staf Ahli Bupati, Zulfan Heri. Sementara dari kalangan DPRD sendiri dihadiri
lebih 2/3 anggota DPRD Bengkalis. Terpilih sebagai Ketua Pansus Syahrial dari
Fraksi Partai Golkar dengan Wakil Ketua Irmi Syakip Arsalan dari Fraksi
Gabungan Persatuan Nurani Kebangsaan.
Ketua
Pansus, Syahrial menyebutkan bahwa keinginan para anggota dewan untuk membentuk
Pansus MY dilandasi semangat untuk membangun Negeri Junjungan lebih baik lagi
ke depan. Bukan semata-mata membuat proyek dengan nilai triliunan, tapi
kualitas dan progressnya kacau dan tidak termanfaatkan dengan baik oleh
masyarakat.
"Alhamdulillah,
pada Rapat Paripurna tadi sore, akhirnya keinginan kita untuk membentuk Pansus
MY terealisasi. Kebetulan kawan-kawan dewan mempercayakan saya sebagai Ketua Pansus
bersama Bung Irmi Syakip Arsalan sebagai wakil ketua dengan anggota Pansus
sebanyak 13 orang. Totalnya ada 15 orang," ujar Syahrial usai rapat paripurna.
Disebutkan
pria yang juga Ketua Komisi II ini, tujuan dibentuknya Pansus MY bukan semata-mata
untuk mencari kesalahan eksekutif dalam melaksanakan kegiatan. Tetapi dewan
mengendus ada yang tidak beres dalam pelaksanaan mega proyek yang menyedot APBD
Bengkalis dalam angka sangat besar tersebut.
Persoalan
lain yang membuat dewan kecewa sambung Syahrial adalah ketidaktransparanan Dinas
Pekerjaan Umum (PU) selaku leading sector proyek tersebut. Dinas PU disebutnya
seperti menutupi soal progres, kualitas dan bobot pekerjaan di lapangan.
"Ada
ketidaktransparanan dari Dinas PU kepada DPRD dan masyarakat Bengkalis soal
pekerjaan dari enam paket MY tersebut. Termasuk soal paket jalan lintas
Duri-Sungai Pakning yang batal dikerjakan, padahal sudah selesai lelang. Kita
akan melakukan investigasi ke lapangan terkait kualitas dan bobot pekerjaan," ujar
Syahrial.
Politisi muda Partai Golkar tersebut juga
menambahkan pansus akan menginvestigasi beberapa hal. Seperti pemberian conract change order (CCO) kepada
rekanan, pekerjaan yang asal-asalan seperti di Pulau Rupat, Pulau Bengkalis
yang diklaim selesai 100 persen tapi kualitasnya patut dipertanyakan serta
paket jalan lingkar Duri Timur, Duri barat, Bukitbatu-Siak Kecil dan
Duri-Sungai Pakning. (Bku)