Penduduk Miskin di Kampar Turun 3 Persen

Senin, 04 Maret 2013

Assisten Pemerintahan memimpin rapat dan pemaparan dari Bank Bukopin, Senin, (4/3). (bkm)

BANGKINANG-Masih banyak masyarakat kita yang belum banyak yang mengetahui peningkatan ekonomi kerakyatan, oleh sebab itu kita sebagai tim monitoring wajib melakukan sosialisasi dan memberikan informasi kepada masyarakat yang belum mengetahui.

Hal tersebut ditegaskan oleh asisten Pemerintahan H. Nukman Hakim, SH ketika memimpin rapat dengan tim monitoring dari Bank Bukopin yang dipusatkan dirapat lantai III Kantor Bupati Kampar pada Senin, (4/3).

“Tim monitoring untuk percepatan realisasi visi “Zero Kemiskinan, Pengangguran dan Rumah Kumuh” di Kabupaten Kampar wajib segera dibentuk, ujar Nukman.

Ditambahkan Nukman Hakim, bahwa juga masih banyak masyarakat yang belum tersentuh dana bergulir yang di programkan oleh Pemda Kabupaten Kampar, Dana bergulir ini harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat yang dalam kondisi miskin, hal ini kembali kita wajib mensosialisasikan dengan gencar kepada masyarakat ujar Nukman Hakim.

Dilanjutkan Nukman Hakim, seluruh Satker dan Kepala Dinas yang terkait harus selalu berkoordinasi dan bersinergi agar cita-cita menzerokan rumah kumuh, kemiskinan dan zero pengangguran akan tercapai pada tahun 2014 akhir ini.

Ada beberapa tahapan yang akan kita lalui tambah Nukman Hakim antara lain pada tahap Pemetaan atau maping di setiap desa berapa Penduduk yang miskin, dan Pengangguran serta berapa jumlah Rumah kumuh, tahapan berikutnya melaksanakan pelatihan diantaranya Pelatihan terpadu Peternakan, Pertanian dan Perikanan serta program Pasca Panen dan Ketrampilan Menjahit untuk Ibu & Anak Perempuan.

Ini semua memerlukan dana, oleh sebab itu Pemda Kampar telah membentuk program Memberi Pinjaman Dana Bergulir bagi Peserta Pelatihan dan KelompokMembangun Kabupaten Koperasi KSP tiap kecamatan Waserda (warung seba ada) tiap desa, Koperasi sentra komoditas Program pemilikan aset menarik investor dalam dan luar negeri papar Nukman Hakim.

Dihimbau kepada seluruh tingkatan baik mulai dari tingkat desa sampai tingkat ibukota Kabupaten agar bersatu untuk membentuk tim zero tersebut, ini semua tidak akan terwujud tanpa ada kebersamaan dan persamaan persepsi diantara kita dan kita akan membuat struktur yang jelas papar Nukman Hakim.

Pada pemaparan hasil monitoring dari pihak bank Bukopin yang disampaikan oleh Iqbal, bahwa kita harus mempunyai kerangka monitoring untuk mempercepat realisasi visi yang akan dicapai oleh Pemda Kampar, Bank Bukopin akan memberikan form standar begitu juga akan diberikan kepada tim lapangan ujar Iqbal. Disampaikan Iqbal hasil survey dari Bank Bukopin jumlah penduduk miskin di Kabupaten Kampar menurun hingga 3 persen pada tahun 2012 hingga 2013 awal ini menjadi 159.460 jiwa.

Dilanjutkan Iqbal Dasar hukum pelaksanaan kegiatan monitoring telah diatur dalam UU 25/2004 dan PP 39/2006 dan PP nomor 39 Tahun 2006 Tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan. 

Ditambahkan Iqbal bahwa untuk pemberantasa pengangguran di Kabupaten Kampar ada dua cara yang harus ditempuh diantaranya membuka kesempatan berwirausaha dan membuka seluas-luasnya lapangan kerja. Dilanjutkan Iqbal untuk proses monitoring ini ada beberapa tahapan yang akan dilalui diantaranya Process Mapping,  Pemetaan situasi serta pengumpulan data dan informasi Evaluasi capaian eksisting usulan rekomendasi dan rencana tindaklanjut.

Dilanjutkan Iqbal untuk tahap Define Indicator & Create Guidelines Penyusunan draft awal pedoman monitoring harus melalui tahapan Penyamaan kesepahaman melalui sindikasi/koordinasi  SKPD Support system & socialize Persiapan team monitoring dan infrastruktur pendukung Sosiaisasi secara terpusat Sosialisasi dan secara sektoral. Turut hadir pada rapat tesebut diataranya Kepala Dinas serta yang mewakili satker-satker yang terkait. (bkm)