
Hal ini ditujukan agar subsidi listrik yang diberikan Pemerintah tepat sasaran,
yaitu untuk rumah tangga miskin dan rentan.
Manager PLN Rayon Pasir Pengaraian Andhi Prasetiawan Melalui Bagian Transaksi
Energi Roni mengatakan, PLN Rayon Pasir Pengaraian mendapat "jatah"
dari BDT yang dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan
(TNP2K) sebanyak 10.700 pelanggan di seluruh Rokan Hulu dari 4 juta pelanggan
se Indonesia untuk mencocokkan data IDPEL.
"Tugas kita hanya mendata dan mencocokkan IDPEL pelanggan berdasarkan data
BDT yang dikelola oleh TNP2K. Apakan nama pelanggan tersebut sudah cocok atau
tidak dengan IDPEL, tugas kami cuma mencocokkan saja " Ungkap Roni saat
didampingi Bagian Analis M. Hosen saat ditemui diruang kerjanya, Kamis
(21/1/2016).
Untuk melakukan penugasan dan mendata pelanggan di lapangan, Roni mengharapkan
PLN Untuk melakukan bantuan dan koordinasi dengan Pemerintah Desa, RW atau RT
setempat untuk mengetahui keberadaan atau tempat pelanggan dengan harapan untuk
memudahkan pendataan.
" kami juga mengharapkan bantuan dari pemerintah desa, RW dan RT setempat
untuk pendataan, karena sering dijumpai nama panggilan sehari-hari dengan nama
aslinya berbeda " harap Roni.
Roni mengakui, pencocokan data pelanggan sudah dilaksanakan sejak Senin
(18/1/2016) kemarin sampai dengan pertengahan Maret 2016 mendatang.
Untuk diketahui, saat ini Pemerintah berupaya menerapkan pemberian subsidi
listrik tepat sasaran, yaitu hanya bagi rumah tangga miskin dan rentan. Oleh
karena itu, Pemerintah menugaskan PLN untuk memastikan data pelanggan rumah
tangga golongan tarif R1/450 VA dan R1/900 VA adalah rumah tangga yang
benar-benar berhak disubsidi sesuai data BDT. Pada 2016, perbaikan data
pelanggan tarif bersubsidi diprioritaskan pada pelanggan dengan daya 900 VA.
Ujarnya. (Bkm)