
Sekda Bengkalis, H Burhanudin mewakili Pj Bupati memberi arahan pada Khaul Syeh Abudul Kadir Al-Jailani di Desa Koto Raja, Kecamatan Siak Kecil, Senin (25/1/2016).
Sekda Bengkalis, H Burhanudin mewakili Pj Bupati memberi arahan pada Khaul Syeh Abudul Kadir Al-Jailani di Desa Koto Raja, Kecamatan Siak Kecil, Senin (25/1/2016).
KOTO REJA, Beritaklik.Com - Desa Koto Reja, Kecamatan Siak Kecil merupakan daerah yang
dinilai rawan terhadap pengaruh dari luar, karena merupakan jalan
lintas antar kota dalam Provinsi. Untuk itu tokoh agama diminta waspada
dan selalu mengontrol penyebaran aliran sesat di wilayah ini.
Hal
itu disampaikan Sekdakab Bengkalis, H Burhanudin saat memberikan arahan
pada acara Khaul Syah Abudl Kadir Al Jailani ke- 876 di Masjid Kampung
Koto Reja, Senin (25/12016). Panitia menghadirkan KH Misbah Ali Mahfudz
dari Cilacap untuk mengisi tausiah. Turut hadir KH. Ma'sum Anwar daro
Gorontalo, Camat Siak Kecil Alfi Mukhdor, Anggota DPRD Bengkalis Azmi
dan Fakhrul Nizam, Pimpinan Toreqoh Khodiriah Wanahsabandiyah
Al-Mutawaroh Gus Fuad Wibowo, Ketua NU Kabupaten Siak KH Faturohman dan
sekitar 500 jamaah memadati halaman masjid.
"Gencarnya arus
teklogi dan globalisasi sangat berdampak bagi generasi muda, ditambah
lagi saat ini penyebaran paham-paham menyimpang baik itu paham ekstrim
dan aliran sesat, pendangkalan akidah umat Islam. Kami mengajak para
tokoh masyarakat untuk mengawal penyebaran aliran sesat, jika menemukan
hal yang janggal, mohon untuk dikoordinasikan," ujar Sekda.
Menurut
Burhanudin, Koto Raja merupakan daerah lintasan, rentan terhadap
pengaruh dari luar. Ia mengajak tokoh agama dan para orang tua untuk
menangkal pengaruh yang bisa merusak budaya dan akidah umat.
"Untuk
membentengi keluarga dari pengaruh negatif dan pendangkalan akidah,
maka perlu digalakkan pengajian, salah satunya sepeti Khaul kali ini,"
ujar Burhanudin.
Lebih jauh, Burhanuddin mengingatkan budaya
magrib mengaji yang telah menjadi perogram pemerintah baik tingkat
kabupaten dan Riau hendaknya dilakukan masyarakat secara kultural,
membaca Al-Quran diwaktu magrib bukan hanya dianjurkan bagi anak-anak,
namun orang tua juga seharusnya melakukan hal yang sama.
"Budaya magrib mengaji tidak hanya dianjurkan untuk generasi muda, namun juga untuk orang tua," tegas Burhanudin.
Di
lain pihak, Panitia Khaul H Ilyas mengucapkan terimakasih kepada
Sekdakab Bengkalis yang telah rela meluangkan waktunya menghadiri dan
mengikuti kegiatan khaul kali ini. Ilyas menilai kehadiran Sekda kali
ini sebagai bentuk perhatian kepada jamaah Toreqoh Khodoriah di Koto
Raja.
"Kami mengucapkan terimakasih kepada Sekda atas kehadirannya
kali ini mewakili Bupati, sebenarnya Sekda punya jadwal tugas ke
Jakarta namun kali ini beliau memilih hadir di tengah kita," kata Ilyas
seraya menjelaskan Khaul Seh Abdul Kodir Al-Jailani diperingati jamaah
Toreqoh setiap tahun, sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada
Sang Kholiq. (Bku)