Bupati Bengkalis Amril Mukminin menghadiri rapat koordinasi dengan Plt Gubernur Riau,Arsyadjuliandi Rahmad.
PEKANBARU, Beritaklik.Com - Bupati Bengkalis Amril Mukminin bersama
bupati/walikota se-Provinsi Riau menghadiri rapat koordinasi strategi dan
antisipasi gangguan anarkisme, radikalisme dan terorisme untuk menjaga
stabilitas politik, keamanan hukum dan ekonomi. Rakor dipimpin langsung oleh
Plt Gubri Arsyadjuliandi Rahmad di Hotel Aryaduta, Selasa (1/3/2016).
Dalam rakor Gubri dengan instansi
vertikal, Forkompimda, Bupati/Walikota dan Camat se-Provinsi Riau ini,
Arsyadjuliandi Rahmad menekankan beberapa hal yang terjadi di Bumi Lancang
Kuning, diantaranya terkait dengan masalah kebakaran hutan dan lahan,
anarkisme, radikalisme dan terorisme.
Selain Bupati Amril Mukminin, sejumlah
pejabat Pemkab Bengkalis yang hadir pada rakor tersebut, Plt Asisten Tata Praja
Umi Kalsum, Kepala Kesbangpol Rusli, Kabag Tapem M Haris dan Camat se-Kabupaten
Bengkalis.
Terkait dengan penekanan Plt Gubri, seperti masalah
kebakaran hutan dan lahan, sejauh ini kata Amril, Pemkab Bengkalis sudah
melakukan langkah-langkah strategis untuk melakukan pencegahan dan
penanggulangan. Langkah yang dilakukan pembuatan kanal di sejumlah daerah rawan
kebakaran lahn dan hutan, baik itu yang dilakukan oleh masyarakat, Pemkab,
perusahaan maupun oleh jajaran Polres Bengkalis. Untuk menanggulangi kebakaran
lahan dan hutan yang terjadi di sejumlah kawasan, petugas pemadam kebakaran
dari BPPD Damkar tengah bekerja kerja keras untuk melakukan pemadaman.
Selain itu kata Amril, bahwa dalam rakor juga ditekankan
kepada daerah untuk menangani aksi ilegal pembuatan kanal-kanal dan kapling di
kawasan cagar biosfer. Untuk itu, pihaknya akan mengintruksikan kepada instasi
terkait untuk mengambil langkah cepat, seperti langsung memantau lapangan. Jika
terjadi ada aktivitas ilegal pembukaan lahan di cagar biosfier akan akan
mengambil tindakan dan langsung berkoordinasi dengan aparat kepolisian. "Kita
harus bergerak cepat, karena sesuai arahan gubernur, jika tidak diambil langkah
cegat, dikhawatirkan lahan tersebut dikuasai dan dibakar," ungkap Amril.
Sebagaimana arahan Gubri yakni menyangkut dengan masalah narkoba
sudah mengkhawatirkan di daerah ini, Amril menegaskan, Kabupaten Bengkalis
sebagai daerah jalur lintas Sumatera dan berada di perairan internasional,
sangat rentan dengan peredaran narkoba. Tentu ini menjadi persoalan serius yang
harus berantas oleh seluruh elemen negeri ini. Memang, sejauh ini Pemkab
bersama Polres Bengkalis gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Plt Gubernur juga minta kepada kepala daerah dan
stakeholder terkait sebagai untuk mengantispasi masalah penyeludupan, pencurian
ikan, masuknya terorisme dan faham radikalisme. Kemudian, terkait upaya-upaya
daerah dalam menghadapi dampak dari penurunan harga minyak bumi dan pemutusan
hubungan kerja (PHK).
Dikatakan Amril, setelah rakor gubernur
ini, akan dilanjutkan dengan pelaksanaan rakor bupati dengan mengumpulkan
seluruh kepala SKPD, Camat, Forkompimda, lurah/kepala desa. "Intinya, apa yang
menjadi arahan Gubernur dalam rakor ini akan menjadi bahan masukan bagi daerah
untuk melakukan langkah-langkah antisipasi," tandasnya. (Bku)