
Bupati Bengkalis, Amril Mukminin menyambut Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaiatan.
Bupati Bengkalis, Amril Mukminin menyambut Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaiatan.
PEKANBARU, Beritaklik.Com - Selama tiga hari ini, jadwal Bupati
Bengkalis Amril Mukminin sangat padat. Mulai menghadiri Musda Golkar,
Rakor Gubernur, Rakor Kepala Desa dan Rakor bersama Kementerian Politik
Hukum dan Keamanan di Hotel Labersa, Pekanbaru, Rabu (3/2/2016).
Rakor
yang dibuka Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman ini diikuti
bupati/walikota, jajaran Polres, Kodim, kepala desa/lurah se-Provinsi
Riau. Para peserta mendengarkan pengarahan dari Menteri Polhukam Luhut
Binsar Panjaitan tentang masalah ancaman terorisme dan radikalisme yang
setiap saat mengancam nasional, khususnya Provinsi Riau.
Diterangkan
Amril Mukminin, bahwa dalam rakor tersebut Menkopolhukam menginginkan
agar Indonesia tidak seperti negara-negara di Timur Tengah, dijadikan
basis terorisme seperti ISIS. Secara geografis, Kabupaten Bengkalis
berada pada kawasan strategis, sehingga menuntut pemerintahan
desa/kelurahan mulai dari RT/RW dan segenap masyarakat untuk membasmi
benih-benih radikalisme yang akhirnya menjurus pada terorisme.
Kades
diminta untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang upaya penangkalan
dan pencegahan masuknya terorisme di wilayahnya, mengingat aksi bisa
mengincar siapa saja. Kewaspadan terhadap paham terorisme dan
radikalisme sangat penting, untuk memperkecil kemungkinan faham-faham
tersebut tidak meracuni pikiran masyarakat.
Dikatakan Bupati
Bengkalis pada Rakor itu Menkopolkum juga menekankan tentang masalah
narkoba. Saat ini korban narkoba di Indonesia jumlahnya sekitar 5,3
juta, kepala desa diminta untuk selalu mengawasi anggota masyarakat
maupun anggota keluarganya. Mengingat, peredaran narkoba tidak hanya di
tataran kota, tapi sudah merambah wilayah desa. "Narkoba merupakan
masalah kita semua, butuh kerja keras dari tokoh masyarakat, tokoh
agama, unsur pemerintahan dan LSM untuk bersama-sama gencar melakukan
sosialisasi pencegahan narkoba," Amril Mukminin.
Selain menyangkut
masalah terorisme, radikalisme dan narkoba, pada Rakor itu membahas
tentang dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah pusat. Menteri
Polhukam, mengingatkan agar penggunaan dana desa dari pemerintah pusat,
untuk pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Karena kehadiran angmgaran desa ini, sangat membantu mendongkrak
perekonomian masyarakat desa.
"Terkait dana desa, Pak Menteri
menyarankan kepada kepala desa untuk memanfaatkan dana kegiatan produksi
padat karya. Intinya, desa harus memberdayakan masyarakat, sehingga
uang tidak 'lari' keluar desa, sehingga membuka lapangan kerja di desa
tersebut," tandas mantan anggota DPRD Bengkalis.
Setelah
mengikuti Rakor ini, Amril minta kepada kepal desa/lurah dan instansi
terkait untuk menindaklanjuti seluruh arahan yang dipaparkan oleh Menko
Polhukam. Sebab berbagai persoalan yang ada ada di depan mata, seperti
masalah ancaman terorisme, radikalisme, narkoba maupun masalah ancaman
kebakaran hutan dan lahan. (Bku)