Sempat Padam, Karlahut Kembali Terjadi di Sejumlah Desa di Bengkalis

Kamis, 31 Maret 2016

BENGKALIS-Sempat padam karena diguyur hujan beberapa waktu lalu,
kini  kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) kembali terjadi di sejumlah
tempat di Bengkalis. Sebagian titik api berhasil dipadamkan, sementara
di beberapa titik yang lain sedang ditangani petugas Pemadam Kebakaran
(Damkar) Bengkalis.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBD-Damkar Kabupaten Bengkalis, Drs
Suiswantoro dihubungi, Kamis (31/1/2016) mengatakan, beberapa titik
kebakaran baru diantaranya di Desa Kembung Baru Kecamatan
Bantan, Desa Senggoro Bengkalis, Wonosari dan Pulau Rupat.

Di desa Kembung Baru, menurut Suis terdapat dua titik kebakaran.  Melihat dari titik koordinat, lokasi kebakaran berada di lahan milik PT RRL. “Regu Pemadam bersama RPK perusahaan sudah turun ke lokasi dan api berhasil dijinakkan,” ujar Suis.

Sedangkan di Desa Senggoro atau persisinya berhampiran dengan Panti
Asuhan Dayang Darmah, sudah terjadi sekitar tiga hari lalu, juga sudah
berhasil dipadamkan oleh regu Damkar BPBD Bengkalis yang turun ke
lokasi selama tiga hari.

“Kalau melihat dari lokasi kebakaran sepertinya dari sumber api yang
baru bukan dari bekas kebakaran yang lama. Kalau dugaan kita benar
sangat-sangat kita sesalkan, karena kebakaran yang terjadi beberapa
waktu lalu hampir melumat gedung Panti, baru beberapa minggu kok
terjadi lagi,” papar Suis lagi.

Kebaaran juga terjadi di desa Womosari dan desa Jangkang Kecamatan
Bantan, berkat kesigapan petugas dan cepatnya informasi yang
disampaikan masyarakat kebakaran berhasil dijinakkan.

“Dan saat ini regu pemadam sedang berjibaku memadamkan karlahut di
Kecamatan Rupat. Ada dua titik api di sana dan sekaran sedang
dilakukan pemadaman,” imbuh Suis.

Mantan Kassubag Pemberitaan Humas Setkab Bengkalis ini kembali
mengingatkan seluruh lapisan masyarakat terutama para pemilik lahan,
untuk tidak melakukan pembakaran baik ketika membuka lahan perkebunan
baru maupun saat membersihkan lahan.

“Dua minggu terakhir kondisi cuaca kembali panas, kondisi seperti ini
sangat mudah terjadi kebakaran terlebih di lahan gambut. Untuk itu,
kami kembali menghimbau kepada semua lapisan masyarakat untuk tidak
membakar atau memerun, karena dampaknya akan sangat berbahaya,”himbau
Suis. ***